MN, Jakarta – Rencananya sekitar 600 pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Jakarta Internasional Container Terminal (SP-JICT) bakal menggelar mogok kerja selama satu minggu (tanggal 3-10 Agustus 2017), akhirnya Ketua SP JICT, Nova Hakim memutuskan menghentikan aksi mogok mereka pada hari Senin (7/8) pukul 16.00 wib.
Aksi mogok kerja pekerja JICT selama lima hari tersebut, ternyata tidak merugikan perusahaan pemakai jasa di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara. Kegiatan arus barang (delivery) tetap terkendali, walaupun terlihat kepadatan truk di area 4 Terminal Petikemas yang mendapat limpahan pelayanan kapal dari JICT.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Widiyanto mengatakan, bahwa mogok yang dilakukan para pekerja JICT, tidak berdampak signifikan merugikan pemakai jasa. “Tidak terjadi stagnasi atau kelambatan dalam proses pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok,” tuturnya seperti dikutip Translog Today, Rabu (9/8).
Menurut Widiyanto, selama lima hari mogok kerja di JICT, proses pelayanan pengeluaran petikemas atau delivery berjalan lancar saja seperti biasa. “Memang ada sedikit kelambatan pelayanan delivery di NPCT 1 Kalibaru. Namun, di TPK Koja, Terminal 3 dan MAL aktifitas berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” terangnya.
Ditempat terpisah, Direktur NPCT 1 Kalibaru, Suparjo mengakui kelambatan pelayanan delivery di terminalnya. “Sebelum mogok kerja pun, di NPCT 1 pelayanan delivery memang sudah lamban karena gate hanya satu. Tapi kini setelah penambahan gate, delivery mulai lancar,” pungkasnya.
(Bayu/MN)







