Categories: PelayaranTerbaru

Alat Keselamatan pada Kapal NCVS jadi Pembahasan dalam FGD INSA

Direktur Statutori PT BKI Agus Widjaja dalam FGD INSA di Jiexpo Kemayoran

MN, Jakarta – Alat keselamatan pada kapal menjadi perlengkapan yang wajib ada sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Begitu juga dalam kapal Non-Convention Vessel Standard (NCVS). Hal itu menjadi topik perbincangan hangat dalam Focus Grup Discusion (FGD) yang diselenggarakan oleh Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) di Jiexpo Kemayoran, Jakarta (11/10).

FGD yang membahas soal kepelautan, keselamatan dan bisnis pelayaran tersebut turut menyiinggung soal NCVS yang hanya berlaku di perairan Indonesia. “Kita menyesuaikan dengan gelombang di perairan kita. Makannya dari kami tengah menginisiasi kapal NCVS yang dapat digunakan oleh para pengguna,” kata Direktur Statutori PT BKI Agus Widjaja.

Sambungnya, di samping sekoci, kapal NCVS juga harus dilengkapi dengan liferaft. Liferaft kapal NCVS harus dapat diluncurkan dari kedua sisi kapal dan kapasitas kumulatifnya  dapat menampung jumlah orang yang ada di atas kapal (sesuai dengan jumlah orang yang dapat diangkut kapal sesuai sertifikat).

Bilamana ukuran kapal atau konfigurasi kapal yang tidak memungkinkan, karena kapal berkategori NCVS, misalnya dari kapal jenis kapal kargo selain kapal tanker, maka sebagai penggantinya, kapal NCVS harus dilengkapi pada setiap sisi dengan “survival craft”.

Alat ini dapat diluncurkan dari kedua sisi kapal dan kapasitas kumulatifnya dapat menampung jumlah orang kapal. “Sesuai dengan jumlah orang yang dapat diangkut kapal sesuai sertifikat,” tambahnya.

Seperti diketahui bersama bahwa kapal yang berukuran dibawah 500 GT tidak diharuskan mengadopsi peraturan International Convention for Safety of Life at Sea 1974 (SOLAS). Untuk itu Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan Keputusan Menteri bernomor 65 tahun 2009 tentang Kapal Non Konvensi berbendera Indonesia.

Bahkan buku petunjuk bagaimana pelaksanaan aturan tersebut sudah diterbitkan pada Desember 2012 oleh Menteri Perhubungan yang saat itu dijabat oleh E.E Mangindaan.

Namun, masalah yang timbul sebenarnya ada pada regulator yang seharusnya menjadi penerus dari aturan yang dibuat oleh atasannya.Tidak jelas apa alasannya bahwa sebagian besar KSOP atau perwakilan Kementerian Perhubungan Laut masih meminta pemilik kapal untuk tetap memiliki sertifikat sertifikat yang sebenarnya untuk kapal-kapal besar yang wajib mengadopsi aturan SOLAS tersebut.

FGD yang dimoderatori oleh Capt Zaenal Hasibuan itu juga menghadirkan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Capt. Sahattua. P Simatupang, Nova Mugiyanto, Hutakemri Ali Samad dan Ahmad Djauhari dari INSA.

Sementara itu Capt. Sahattua lebih mengulas masalah SDM maritim/pelaut. Pelaut yang memiliki kwalitas yang baik, terampil dan professional akan mengutamakan keselamatan di laut.

Begitu juga dalam sisi bisnis INSA, Nova Mugiyanto menyatakan agar pemerintah perlu memberikan insentif untuk mendorong pertumbuhan industri baru khususnya di wilayah timur Indonesia. Sehingga para pelaku usaha juga mematuhi aspek keselamatan yang sudah distandarkan baik oleh aturan nasional maupun internasional.

(Adit/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

1 week ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

1 week ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

2 weeks ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

2 weeks ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 weeks ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

2 weeks ago