APMI Apresiasi Kinerja Pemerintah dalam menyusun RAN Sampah Plastik Laut

Wasekjen APMI, Kaisar Akhir

MN, Jakarta – Menanggapi tingginya jumlah sampah plastik di laut Indonesia, Pemerintah dengan cepat pada tahun 2017 telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Sampah Plastik Laut sebagai peta jalan upaya penanggulangan masalah tersebut.

Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno, dalam panel tingkat tinggi Konferensi Our Ocean di Malta, Jumat (6/10/2017) lalu menyatakan pihaknya telah menyusun sebuah rencana aksi nasional yang kokoh sebagai peta jalan untuk mengatasi sampah plastik laut. Tujuannya supaya Indonesia dapat mengurangi hingga 70% sampah plastik pada tahun 2025.

Sementara itu, dalam Konferensi East Asia Summit (EAS) 2017 yang digelar di Bali, Indonesia, Deputi Bidang SDM, Iptek, dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Safri Burhanuddin juga menyampaikan beberapa langkah yang telah dilakukan Indonesia untuk memerangi sampah plastik di laut.

Di antaranya penerbitan Perpres Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia, National Plan of Action on Marine Plastic Debris  (RAN Sampah Platik Laut) 2017-2025, Kampanye Combating Marine Plastic Debris, serta Pengurangan Konsumsi dan Produksi Kantong Plastik.

Berkaitan dengan hal ini, Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) melalui Wakil Sekjennya, Kaisar Akhir, memberikan apresiasi yang sangat besar akan kinerja cepat tanggap Pemerintah terhadap masalah sampah plastik di laut karena telah menyusun RAN Sampah Plastik Laut.

Mahasiswa S2 World Maritime University di Malmo, Swedia dengan spesialisasi Ocean Sustainability, Governance and Management ini mengatakan langkah pemerintah ini sudah sangat tepat karena apabila sampah plastik di lautan terus dibiarkan akan menghambat pembangunan negara maritim.

“Banyaknya sampah plastik di laut jelas berdampak pada keberlanjutan ekosistem laut, kegiatan sosial-ekonomi, dan membahayakan kesehatan masyarakat yang mengonsumsi ikan-ikan dari laut karena mengandung mikroplastik,” terang Kaisar lewat pesan singkatnya yang diterima redaksi di Jakarta, (27/11).

Penerima beasiswa LPDP ini juga menjelaskan bahwa plastik yang terdapat di laut baik ukuran makro maupun mikro akan menyebabkan kematian ikan, mamalia laut, dan terumbu karang. “Jika sampah plastik yang tidak dapat terurai di lautan ini terus menumpuk dampaknya industri perikanan tangkap dan budidaya laut juga bisa koleps akibat angka produksi perikanan yang menurun,” imbuhnya.

Selain itu, menurut alumni Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 ini, sampah plastik juga bisa menghambat konektivitas nasional, regional, dan internasional akibat menyangkutnya plastik di baling-baling kapal saat melewati lautan dari pulau ke pulau di wilayah maritim Indonesia.

Lulusan S1 Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB ini berencana untuk melakukan penelitian tesisnya dengan topik Analisis Kritis Kebijakan dan Perkembangan Manajemen Sampah Plastik Laut di Indonesia.

“Saya berharap penelitiannya nanti dapat menjadi rekomendasi kepada Pemerintah bersama berbagai pihak terkait, termasuk pemuda, dalam mencapai target pengurangan sampah platik laut sebesar 70% pada 2025,” pungkasnya.

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

2 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

4 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 weeks ago