Categories: HankamHLTerbaru

KSAU sebagai Calon Tunggal Panglima TNI, Pengamat: Sudah sesuai dengan visi Poros Maritim

KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

MN, Jakarta – Akhirnya, Presiden Joko Widodo mengajukan nama Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal Panglima TNI pengganti Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Fadhli Zon usai bertemu Mensesneg Pratikno, di Gedung DPR, Jakarta (4/12).

Menurut Fadhli, pertemuannya dengan Mensesneg terkait pergantian Panglima TNI yang hanya diajukan satu nama oleh Presiden Jokowi. Selanjutnya oleh Bamus DPR akan diagendakan pembahasan itu yang targetnya sebelum memasuki masa reses.

Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, nama Marsekal Hadi Tjahjanto masuk sebagai calon kuat pengganti Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Selain karena rotasi matra, di mana Panglima TNI dari AU baru pertama dan terakhir kalinya, yakni sewaktu dijabat oleh Marsekal Djoko Suyanto, dipilihnya Hadi juga dinilai karena faktor kedekatannya dengan presiden sejak masih menjadi Walikota Solo. Saat itu, Hadi menjabat sebagai Danlanud Adi Soemarmo, Solo.

Di tempat terpisah, pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati menyatakan bahwa dipilhnya Marsekal Hadi sebagai calon tunggal telah sesuai dengan visi Poros Maritim Dunia. Menurutnya, penguatan pilar kelima untuk pertahanan maritim fokus pada meningkatnya kemampuan AL dan AU.

“Sesuai dengan tahapan pembangunan kekuatan maritim sudah selayaknya Alutsista AU mendapat prioritas pertama. Kekuatan udara dibangun agar mampu beroperasi 24 jam hingga ruang udara di atas ZEE dan landas kontinen,” kata Nuning biasa akrab disapa.

Lebih lanjut, mantan anggota Komisi I DPR RI itu menyatakan bahwa kemampuan tersebut sangat dibutuhkan TNI untuk menjamin keunggulan di udara dan di laut. Artinya, kekuatan udara tersebut ditujukan untuk memberikan perlindungan udara atas semua operasi militer di laut.

“TNI AU memberikan jaminan air supremacy dan air superiority agar  TNI AL mampu melaksanakan semua operasi di laut menjaga stabilitas keamanan maritim. Sudah selayaknya Panglima TNI dijabat dari TNI AU guna mewujudkan kepentingan nasional atas pertahanan maritim tersebut,” bebernya.

Terpilihnya Marsekal Hadi yang lahir di Malang, Jawa Timur, 8 November 1963 sebagai Panglima TNI nantinya akan membawa nuansa baru dalam konsep outward looking yang lebih mengutamakan daerah terdepan.

Ungkap Nuning, TNI AU memiliki cara pandang bahwa ruang udara memiliki nilai yang sangat penting dalam mendukung program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah, terutama nilai ekonomis. Sehingga pola gelar TNI AU mengutamakan di daerah depan seperti Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Merauke dan Kupang.

“Dengan demikian kita akan mampu mengawasi ruang udara dan wilayah yang ada di bawahnya mulai dari ZEE. Kemampuan yang akan Kita tingkatkan adalah kemampuan penginderaan dan penindakkan atas obyek di udara dan obyek di atas permukaan,” pungkasnya.

 

(Adit/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

18 hours ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

3 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

1 week ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

1 week ago