Categories: EnergiHLTerbaru

Dorong Penggunaan Gas Untuk Bahan Bakar, IMES Bersama Energy Nusantara dan All Events Group Kembali Gelar FSRU & Small Scale Shipping Forum

Salah satu sesi diskusi dalam 3rd FSRU & Small Scale Shipping Forum 2018.

MN, Jakarta – Kondisi cadangan minyak nasional kita yang cenderung terus menurun serta produksi minyak yang terus mengarah berkurang setiap tahunnya, membuat ketahanan energi negeri kita menjadi rentan.

Hal ini menjadi sebuah ironi karena pada dasarnya kita memiliki cadangan energi lain yang sangat besar yaitu gas alam. Seperti sudah kita ketahui, cadangan gas alam kita merupakan salah satu cadangan gas alam yang terbesar di dunia.

Selain itu, dari sisi harga gas alam itu sendiri relatif selalu berada di bawah harga minyak bumi.

Menyikapi permasalahan tersebut, Indonesia Maritime and Energy Society (IMES) bersama PT. Energy Nusantara dan All Events Group,  kembali menggelar 3rd FSRU and Small Scale LNG Shipping Forum 2018 di Hotel Dharmawangsa Jakarta Selatan. Forum yang berlangsung dari tanggal 3 s.d 5 April 2018 yang lalu, mengupas tentang berbagai hal terkait penggunaan LNG sebagai bahan bakar beserta keterkaitannya dengan berbagai permasalahan yang ada saat ini.

Forum dengan standar komunikasi berbahasa Inggris ini, menghadirkan berbagai / pemateri yang berperan sebagai pemangku kepentingan (stakeholder), pelaku, hingga regulator yang terkait dengan permasalahan ini.

Executive Director IMES Adhi Prastowo mengatakan bahwa LNG merupakan varian gas alam yang distribusinya paling sesuai untuk kondisi Indonesia pada saat ini. “Kondisi geografis Indonesia yang merupakan wilayah kepulauan dengan persebaran yang tidak merata serta tingkat kebutuhan yang bervariasi, menjadikan distribusi gas alam yang paling sesuai adalah dalam bentuk LNG,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adhi menjelaskan bahwa penggunaan FSRU di lokasi-lokasi yang belum memiliki pipa atau sulit dijangkau oleh pipa gas, merupakan solusi terbaik. Dengan kondisi geografis seperti disebutkan sebelumnya, dorongan penggunaan FSRU harus ditingkatkan.

Selain itu, sebagai langkah efisiensi distribusi, dikarenakan sifat LNG itu sendiri yang harus dicairkan terlebih dahulu sebelum dipergunakan, IMES juga mendorong penggunaan kapal-kapal pengangkut LNG tersebut, juga harus menggunakan bahan bakar yang sama.

Selain sebagai langkah efisiensi penggunaan bahan bakar, hal ini juga berguna seagai langkah pencegah LNG tersebut menguap yang nantinya harus dicairkan kembali sehingga terjadi inefisiensi dalam proses distribusi tersebut.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Analisis Penerbitan PMK 51/2026 tentang Angkutan Barang Terusan

Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…

4 hours ago

TPS Gelar Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jatim

Surabaya (Maritimnews) - Kolaborasi antar instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan logistik efisien, transparan,…

8 hours ago

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

2 days ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

3 days ago

Kemarau dan Kabut Asap Kalimantan, Partisipasi TPK Bagendang Salurkan 70 Tangki Air Bersih dan Masker

Kotawaringin Timur (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang berpartisipasi…

3 days ago

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting

Bogor (Maritimnews) – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan…

4 days ago