Categories: DiplomasiHLTerbaru

Indonesia Dorong Pembentukan ARMIC di ASEAN

Dekan FMP Unhan Laksda TNI A Octavian dalam international workshop di Bangkok

MN, Jakarta – Selama 4 hari mulai dari tanggal 14-17 Mei 2018 berlangsung international workshop di Bangkok bertema Building Maritime Shared Awareness in Southeast Asia IV. Bertindak sebagai penyelenggara adalah Daniel K. Inouye Asia-Pacific Center for Security Studies (DKI-APCSS) sebagai perwakilan pemerintah Amerika Serikat dengan mengundang 10 delegasi dari seluruh negara anggota ASEAN.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia berinisiatif mengajukan konsep pembentukan ASEAN Regional Maritime Information Center (ARMIC) yang akan diawaki oleh beberapa institusi seperti Malaysia Maritime Enforcement Agency (MMEA), Thailand Maritime Enforcement Coordinating Center (MECC), Singapore Information Fusion Center (IFC), Cambodian National Committee for Maritime Security, Brunei Marine Police, Myanmar Maritime Police, Philippines Coast Guard, Vietnam Coast Guard dan Bakamla.

Inisiatif tersebut disambut baik peserta workshop seiring banyaknya pakar yang mendukung pembentukan National Maritime Information Center di bawah Bakamla bahkan terbuka peluang sebagai leading sector pembentukan ASEAN Coast Guard.

Turut hadir sebagai observer adalah perwakilan dari ASEAN Secretariat dan perwakilan dari Angkatan Laut India. Delegasi masing-masing negara anggota ASEAN terdiri dari akademisi, diplomat dan praktisi rata-rata mewakili Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kelautan, Angkatan Laut, Coast Guard dan instansi pemerintah lainnya, sejumlah 94 peserta.

Pada hari pertama workshop, Dekan FMP Unhan Laksda TNI DR. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D. menyerukan pentingnya kerjasama maritim berdasarkan peraturan internasional baru untuk mengantisipasi penggunaan berbagai platform tanpa awak yang bisa dikendalikan seperti Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Unmanned Surface Vehicle (USV) dan Unmanned Sub-Surface Vehicle (USSV) di laut.

“Penggunaan UAV di atas laut saat ini sudah terbilang cukup banyak, dan menyusul penggunaan USV. Adapun penggunaan USSV secara diam-diam juga dilakukan oleh beberapa negara,” ujar Octavian.

Peraturan internasional tersebut dapat menjadi salah satu protokol mekanisme information-sharing antar negara anggota ASEAN. (hsn)

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

5 days ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

5 days ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

7 days ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

7 days ago

PMT Tanjung Intan Raih Green and Smart Port 2025 Predikat Bintang 3

Gresik (Maritimnews) - Komitmen PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Tanjung Intan memperkuat upaya keberlanjutan…

1 week ago

Menuju Danantara 2030: Cetak Biru Transformasi BUMN sebagai Pilar Kedaulatan Ekonomi dan Mesin Pertumbuhan Indonesia

Oleh : Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui…

1 week ago