Pengurus Kopkar TPK Koja 2018-2020
MN, Jakarta – Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja tidak ingin menjadi alat politik kepentingan siapapun, Kopkar ingin membangun bersama perusahaan agar produktifitas semakin meningkat. Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum Kopkar TPK Koja, Lukman Nurhakim kepada Maritimnews, Senin (14/5).
Menurut Lukman, Kopkar bertujuan mensejahterakan 390 pekerja outsourching dan sekitar 425 anggota yang merupakan karyawan TPK Koja sebagai pemilik Kopkar. Saat ini sedikit banyaknya Kopkar TPK Koja telah memberi kontribusi positif bagi perusahaan.
“Kami menjamin professional kinerja Kopkar, khususnya mengenai pekerjaan yang akan ditangani Kopkar dari User. Kami membutuhkan dukungan manajemen agar dapat bersama-sama membangun TPK Koja,” ungkapnya didampingi Wakil Ketum Kopkar, Ani Martono.
Manajemen TPK Koja, lanjut Lukman, telah memberi dana penunjang kinerja User dalam rangka kepentingan perusahaan, karenanya diharapkan ikut memperhatikan Kopkar sesuai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan UU 13 tahun 2003 terkait kesejahteraan pekerja dan anggota.
Alangkah baiknya Kopkar TPK Koja ditunjang secara profesional oleh pihak manajemen agar mampu merealisasikan kesejahteraan seluruh pekerja dan anggota. “Seperti tahun 2017, Kopkar masih dapat ATK dan IT, namun tahun 2018 tidak lagi,” ujar Lukman.
“Sesuai mandatory dari Pemerintah, pemilik pun (IPC dan HPI) sepakat. Lalu kenapa para User lebih condong memberikan pekerjaan dengan mementingkan bisnisnya kepada orang lain. Bukankah Kopkar merupakan bagian dari perusahaan, ada apa sebenarnya User ini?” pungkasnya.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…