Berkat Teknologi Hidrografi, Posisi KM Sinar Bangun Teridentifikasi

KM Dinar Bangun sesaat sebelum berlayar di Danau Toba

MN, Medan – Setelah pencarian selama enam hari, pada hari ini, Minggu (24/6), tim gabungan pencarian KM Sinar Bangun akhirnya berhasil mengidentifikasi posisi KM Sinar Bangun yang karam di Perairan Danau Toba pada Senin (18/6).

Keberhasilan Tim Gabungan pencarian KM Sinar Bangun yang terdiri dari Basarnas, Mahakarya Geo Survey – IAITB, Pushidrosal, serta masyarakat sekitar dan beberapa instansi lainnya menemukan posisi bangkai kapal tersebut, disyukuri oleh banyak pihak.

Hal ini tidak terlepas dari karakterisitik Danau Toba sendiri yang menjadikan pencarian bangkai kapal dan korban tragedi tersebut menjadi sulit.

Kadisinfo Pushidrosal Kolonel Danang Rimbawa mengungkapkan bahwa sbelum diidentifikasi keberadaan bangkai KM Sinar Bangun yang berada pada kedalaman 450 meter dengan koordinat 2 deg 47’ 3.835 N , 98 deg 46’ 10.767 E, tim gabungan melakukan pembagian lokasi pemetaan (scanning) dalam area cakupan masing-masing bagian tim.

Lebih jauhnya, pembagian ini dimaksudkan dengan melakukan pengkaplingan area-area tersebut untuk memudahkan pemetaan dalam proses pencarian yang sedikit lagi sudah measuki satu pekan ini.

“Kita wajib bersyukur apa yang selama ini kita cari, atas anugerah Tuhan sudah kita temukan. Ini semua  berkat kerja tim. Banyak institusi baik pemerintah maupun swasta yang terlibat di dalamnya. Lokasi pemetaan (scanning) sudah dibagi-bagi dalam area cakupan masing-masing, dalam arti kata dikapling-kapling agar cepat scannin nya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kadisinfo Pushidrosal menjelaskan bahwa pembagian kapling sepertitersebut, berefek positif bagi kemajuan pencairan yang sudah hampir sepekan berlangsung tersebut.  Tim Mahakarya Geo Survey berhasil mengidentifikasi keberadaan kapal tersebut yang kebetulan berlokasi di kapling pencarian milik mereka, yang letaknya lebih kurang berjarak 750 meter dari kapling milik Pushidrosal

“Alhamdulilah teman-teman dari Mahakarya Geo Survey berhasil menemukan di kapling nya mereka, pada kedalaman sekitar 450 meter, yang berjarak sekitar 750 meter dari kapling milik kami,“  lanjutnya.

Dengan teknologi hidrografi, akhirnya pencarian bangkai kapal dan korban KM Sinar Bangun menemui titik terang, di mana kehadiran teknologi ini membuat pencarian menjadi lebih mudah dan cepat.

Kadisinfo Pushidrosal menyarankan agar setelah posisi bangkai KM Sinar Bangun ditemukan, segera dilakukan evakuasi dengan menggunakan kendaraan ROV untuk menarik kapal yang karam bersama banyak penumpangnya tersebut.

“Yang patut diungkap adalah dengan teknologi hidrografi semua proses pencarian menjadi lebih mudah dan cepat. Yang penting setelah lokasi tetapnya ditemukan, langkah apa berikutnya untuk evakuasi. Mungkin diangkat atau ada kendaraan ROV yang digerakkan ke posisi kapal tenggelam atau posisi kapal duduk,” pungkasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

3 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

3 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

3 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

5 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

5 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

6 days ago