Menko Maritim Ajak Masyarakat Banten Gali Potensi Kemaritiman

Menko Maritim Ajak Masyarakat Banten Gali Potensi Kemaritiman

MN, Banten – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menghadiri acara silaturahmi bersama para ulama dan kyai provinsi Banten dalam rangka membahas pembangunan masjid terapung, Serang, Banten (11/08).

Pada acara tersebut, Menko Luhut menyinggung potensi kemaritiman dan pariwisata di Banten. Menurutnya kekayaan alam Banten itu sangat besar dilihat dari segi kelautan maupun pariwisatanya.

“Tadi seperti yang disebutkan pak kyai, banten itu adalah sebenarnya maritim budayanya. Nah, Ayo pak mari kita bangun lagi perikanan, lalu nanti kita bisa bikin apa? Nanti saya bantu dari kantor saya,” ucap Menko Luhut.

Kemudian dari segi pariwisata, Menko Luhut juga menilai bahwa Banten akan jadi salah satu tourist destination yang bisa menarik wisatawan mancanegara lewat keindahan pantainya.

“Kita ingin nantinya akan ada cruise. Nah karena cruise turis itu rata-rata orang berada jadi semestinya tidak ada yang aneh-aneh,” sambungnya.

Namun demikian, Menko Luhut juga berpesan agar selalu ada kerja sama antara ulama dengan umaro agar budaya dan agama di Banten tidak pudar.

Masjid Terapung

Pada acara yang sama, perihal pembangunan masjid terapung Menko Luhut mengatakan bahwa pemerintah bersedia untuk membangun masjid yang diprediksi sebagai masjid terapung terbesar di Indonesia.

“Bapak Presiden memang punya rencana mau melihat pembangunan masjid ini, jadi saya pikir saya akan membantu supaya ini bisa selesai,” ujar Menko Luhut.

Menurut ketua panitia pelaksana masjid terapung Haji Embay Syarief, pembangunan masjid ini sendiri diprakarsai oleh segenap masyarakat dan tokoh ulama Banten atas dasar keresahan masyarakat mendapat cap sebagai wilayah nomer dua dengan jumlah pengangguran terbesar di tingkat nasional sehingga menimbulkan kejahatan dimana-mana.

“Karena kondisinya yang mengkhawatirkan dengan panjang garis pantai 700km tapi terkena noda gara-gara penyelundupan sabu-sabu seberat 1 ton beberapa waktu lalu,” ucap Haji Embay.

Senada dengan ucapan Haji Embay, Menko Luhut juga memberikan peringatan kepada para hadirin dan tokoh masyarakat dalam acara tersebut bahwa ancaman yang terbesar bagi bangsa ini bukanlah teroris, melainkan narkoba.

“Saya senang sekali tadi rupanya Pak Kyai tahu dan sudah mendeteksi masalahnya, Jadi saya harap kita semua harus berkerja sama dan berperan aktif dalam memberantas masalah ini, bukan hanya dengan berdoa saja, tapi dengan tindakan-tindakan aktif, mulai dari pendidikan, kesehatan dan penciptaan lapangan pekerjaan,” tutupnya. (*)

Husni Baroqah

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”

Share
Published by
Husni Baroqah

Recent Posts

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) berhasil menangani kebakaran yang terjadi pada…

19 hours ago

Breakfast With Leader Pelindo 4 Hadapi Perubahan Pelabuhan dan Streamlining

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komunikasi internal dan keterlibatan pegawai…

1 day ago

IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Jakarta (Maritimnnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima dua penghargaan dalam ajang TOP GRC…

2 days ago

Kinerja Positif IPC TPK Hingga Agustus 2026, Tumbuh 8,37 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali mencatatkan tren kinerja operasional yang positif…

2 days ago

TPS Perkuat Komitmen ESG Melalui Konversi Kendaraan Operasional Berbasis Listrik

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya terhadap operasional pelabuhan yang…

3 days ago

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Oleh: Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Pelabuhan telah berkembang jauh melampaui sekadar pusat logistik.…

3 days ago