Salah satu kapal negara peserta Sail Moyo Tambora 2018
MN, Sumbawa – Dalam rangka ikut mempromosikan potensi wisata maritim Indonesia, Kementerian Perhubungan menggelar event Sail Moyo Tambora 2018 di Pelabuhan Badas Pulau Sumbawa, hari Minggu tanggal 9 September 2018.
Pagelaran tersebut merupakan upaya Pemerintah membangkitkan sektor pariwisata di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca gempa bumi, yang rencananya akan dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo.
Menurut Dirjen Perhubungan Laut, Agus H Purnomo, sejumlah persiapan penyelenggaraan acara puncak Sail Moyo Tambora 2018 telah dilakukan Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut agar berjalan lancar dan sukses.
Acara puncak akan menampilkan persembahan tarian daerah dari NTB, sailing pass, parade perahu nelayan masyarakat Kabupaten Sumbawa, pertunjukan drama teater, drumband, terjung payung, atraksi paramotor, penanaman pohon, dan Maritim Expo.
Kementerian Perhubungan juga memberikan dukungan transportasi dan akomodasi dengan mempersiapkan Kapal Negara (KN) Grantin, KN. Nusa Penida, KL. Bung Tomo, KL Hasanudin dan KM Logistik Nusantara 4 yang dapat digunakan sebagai penginapan.
Termasuk menambah jumlah flight maskapai dan waktu operasional Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin untuk beroperasi hingga pukul 21.00 WITA, serta mengirimkan bantuan 30 bus dan fasilitas pendukung lainnya.
(Bayu/MN)
Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus memperkuat kapasitas komunikasi korporasi di tengah tantangan…
Jakarta (Maritimnews) - Akselerasi digitalisasi untuk mewujudkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Karya Sejahtera…
Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…
Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang semakin moncer setelah kehadiran Quay…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) akan terus fokus menjaga stabilitas operasional dan…
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…