Categories: PelabuhanTerbaru

Fasilitas Pelabuhan Malahayati Kurang Perhatian Manajemen Pelindo

Kegiatan bongkar di pelabuhan Malahayati

MN, Banda Aceh – Berdasarkan data PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo 1) Cabang Malahayati, throughput petikemas tercatat tumbuh cukup pesat. Namun pelabuhan kebanggaan masyarakat Aceh tersebut, justru sedang butuh sentuhan serius.

Manajemen Pelindo 1 kurang memperhatikan betapa pentingnya fasilitas bagi pelaku usaha kepelabuhanan. Padahal pengusaha komoditi Kopi, daging Lembu, dan bubuk kayu telah tertarik masuk pelabuhan Malahayati, Banda Aceh.

Sedangkan untuk pelayaran, baru ada PT Tempuran Emas (Temas) Tbk dan PT Salam Pasifik Indonesia Lines (SPIL) yang “berani” menyediakan jasa angkutan petikemas domestik rute Tanjung Priok – Belawan – Malahayati atau sebaliknya.

Terkait fasilitas, lihatlah kondisi satu unit HMC yang ketika bekerja harus juga menghadapi kencangnya terpaan angin, Reach Stacker (alat hibah BRR pasca Tsunami) dan container yard seluas 7 ribu meter tampak bergelombang dan dihiasi rerumputan tinggi.

Ditambah jika kita melihat dari sisi kenyamanan para pegawai, tergambar memang kurang nyaman dengan kondisi gedung kantor Pelindo 1 cabang Malahayati yang terkesan tak terawat.

Bahkan jumlah tenaga kerja operasional pun belum ideal, pekerja bongkar muat petikemas terbatas sehingga tanpa shift. “Bila satu kapal dilayani tiga hari, tenaga operator alat tidak ganti sampai kapal meninggalkan dermaga,” kata Abdul Kadir selaku koordinator lapangan kepada Maritimnews, Rabu (5/9).

Ironis memang sebagai pelabuhan terbesar di Provinsi Aceh, jika mengacu pada potensi hinterland, sepatutnya pelabuhan Malahayati punya status internasional sebagai pintu gerbang jalur pelayaran ke Eropa dan Timur Tengah (direct call).

Apalagi pelabuhan Malahayati memiliki kedalaman kolam 9,5 meter LWS dan panjang dermaga 384 meter persegi yang mampu menampung tiga kapal berukuran 100 meter sekaligus dengan daya muat petikemas sebanyak 900 TEUs.

Berdasarkan data operasional Pelindo 1 Cabang Malahayati, arus petikemas Semester I tahun 2018 sebanyak 3.745 boks, sedangkan throughput sepanjang tahun 2017 tercatat 6.729 boks. “Kami optimis arus petikemas sepanjang tahun 2018, meningkat dibanding tahun 2017 lalu,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Hingga Agustus 2026, Throughput Petikemas dan Kargo Tumbuh di Pelindo Regional 2

Jakarta (Maritimnews) - Aktivitas kepelabuhanan di wilayah kerja Pelindo Regional 2 mengalami pertumbuhan hingga Agustus…

15 hours ago

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyosialisasikan penataan peta peran korporasi kepada…

3 days ago

PMT Port Visit melalui Onboarding Budaya Perusahaan

Belawan (Maritimnews) - PT Pelindo Multi Terminal atau PMT memberikan pengalaman awal dunia kerja kepada…

4 days ago

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) berhasil menangani kebakaran yang terjadi pada…

5 days ago

Breakfast With Leader Pelindo 4 Hadapi Perubahan Pelabuhan dan Streamlining

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komunikasi internal dan keterlibatan pegawai…

5 days ago

IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Jakarta (Maritimnnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima dua penghargaan dalam ajang TOP GRC…

6 days ago