Categories: LogistikTerbaru

Program Tol Laut Trayek T2 Dinilai Berhasil Tekan Disparitas Harga

Program Tol Laut

MN, Jakarta – PT Multi Terminal Indonesia (MTI) atau IPC Logistic Services sesuai penugasan dari Kementerian BUMN melalui PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang mendapatkan mandat menjadi koordinator program Tol Laut. Trayek T2 (Tanjung Priok-Tanjung Batu-Blinyu-Tarempa-Natuna-Midai-Serasan-Tanjung Priok) dinilai oleh Kemenhub berhasil menekan disparitas harga barang di Kepulauan Natuna.

Dalam bahasan terkait Trayek T2 sebagai salah satu trayek handalan program Tol Laut di Kantor MTI Jakarta pada tanggal 18 September 2018, PT MTI bersama perwakilan Kemenhub, PT SBN, Perum Perindo dan Wakil Bupati Natuna, bersepakat melanjutkan dan mendukung perekonomian Natuna agar dapat memberikan nilai lebih bagi Program BUMN Hadir Untuk Negeri.

Direktur Utama MTI, Agus Hendrianto menjelaskan, bahwa keberadaan PT MTI bersama PT Pelni, PT SBN dan Perum Perindo serta BUMN lainnya dinilai oleh Pemerintah berhasil membantu Masyarakat Natuna terutama dengan penurunan harga barang beberapa komoditi, antara lain beras yang mencapai penurunan 10,71%, Gula 21,88%, Tepung Terigu 42,86%, Mie instan 11.58% dan semen 23.16%.

“Kami berharap agar jenis muatan tol laut Natuna dapat diperluas. Sehingga semakin banyak komoditi yang semakin terjangkau oleh masyarakat setempat,” terang Agus Hendrianto dalam keterangan persnya yang diterima Maritimnews, Selasa (25/9).

Wakil Bupati Natuna bersama manajemen MTI

Sedangkan Wakil Bupati Natuna mengapresiasi PT MTI dan BUMN lain yang telah hadir di Natuna sehingga mampu menurunkan harga kebutuhan bahan pokok. “Harapan kami agar program Tol Laut trayek T2 dapat terus berjalan untuk membantu masyarakat serta mensupport kegiatan perekonomian di Natuna, meskipun muatan kapal balik dari Natuna ke Jakarta masih belum maksimal,” ujarnya.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni menegaskan, bahwa program Tol Laut Trayek T2 ke Natuna dan sentra logistik Rumah Kita untuk membantu bahan pokok agar tidak terjadi inflasi dan kestabilan/kesediaan bahan pokok, mengingat sebelum adanya Program Tol Laut, pendistribusian bahan-bahan pokok dikuasai oleh kapal-kapal pedagang yang menyebabkan harga tinggi.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Koperasi KS TKBM Pelabuhan Priok Gelar RAT 2026 Tema Akselerasi Digitalisasi

Jakarta (Maritimnews) - Akselerasi digitalisasi untuk mewujudkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Karya Sejahtera…

15 hours ago

Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya Jelang Idul Adha 1447 H

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…

22 hours ago

IPC TPK Panjang Moncer, Tingkatkan Efisiensi Ekspor

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang semakin moncer setelah kehadiran Quay…

1 day ago

IPC TPK Tercatat Tumbuh Di Awal Triwulan II 2026

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) akan terus fokus menjaga stabilitas operasional dan…

2 days ago

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

5 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

1 week ago