INSA: Perusahaan Pelayaran Nasional Sulit Bersaing Dengan Asing

INSA: Perusahaan Pelayaran Nasional Sulit Bersaing Dengan Asing

MN, Jakarta – Perusahaan pelayaran nasional diperkirakan sulit untuk bertahan dalam berkompetisi terhadap gempuran industri pelayaran international

Ketua Umum Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Capt. Zaenal Arifin Hasibuan mengatakan masalah utama yang menerpa pada industri pelayaran mencakup: perbankan Indonesia memberikan masa loan yang pendek dan bunga tinggi, biaya sertifikat/aturan yang mahal dan selalu meningkat jumlahnya, serta biaya consumables yang mahal dan tidak bagus kualitasnya.

“Dengan 4 biaya diatas yang lebih tinggi daripada negara lain, maka sulit buat perusahaan pelayaran indonesia beradu HEAD to HEAD secara langsung.” kata Zaenal.

Maka dari itu pemerintah mengeluarkan INPRES no. 5 tahun 2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional dan UU nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran yang menjelaskan dan menetapkan soal azaz cabotage yang melindungi pelayaran di dalam negeri.” imbuhnya.

Berdasarkan catatan yang ada, masih ada lagi biaya yang harus dikeluarkan oleh kapal Indonesia seperti: gaji ABK yang besarnya biaya di pos 1 sampai 4 sehingga perusahaan Indonesia tidak bisa bersaing dengan perusahaan asing dalam hal gaji ABK.

Kapal Indonesia sering ditahan dan proses perpanjangan sertifikat lambat sehingga tingkat utilisasi kapal tidak sebaik diluar negeri yang aturannya jelas. Operasional tambahan bertambah karena aturan yang ada bisa diatas 100 juta sekali tangkap. Belum lagi biaya maintenance kapal, biaya docking, overhead, dan profit.

Sudah beberapa nama perusahan ternama yang terkena restrukturisasi bank, pailit, tidak sanggup bayar dan lainnya. “Biaya perusahaan pelayaran yang dikeluarkan saat ini masih terlampau besar, sehingga sulitnya bersaing dengan negara lain. Masihkah Indonesia mimpi menguasai samudra?, Kayakinan ini masih terus terpelihara untuk menjadi insan maritim indonesia walau begitu sulit. ” jelasnya. (hsn)

Husni Baroqah

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”

Share
Published by
Husni Baroqah

Recent Posts

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk…

2 days ago

Laba Bersih Kopkar TPK Koja Tahun Buku 2025 Meningkat 132%

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku…

2 days ago

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

4 days ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

1 week ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

1 week ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

1 week ago