Categories: HLPelayaranTerbaru

Usulan BPKM Terkait Angkutan Multimoda Dinilai Menodai Azas Cabotage

Azas Cabotage

MN, Jakarta – Usulan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kepada Kemenko Perekonomian terkait rencana revisi daftar negatif investasi (DNI) Perpres nomor 44 tahun 2016, di sektor Perhubungan yang salah satunya angkutan Multimoda dinilai oleh Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) telah menodai Azas Cabotage di Indonesia.

Adapun usulan BKPM untuk revisi DNI Perpres 44/2016, adalah Penanaman Modal Asing Maksimal 49% diusulkan menjadi Penanaman Modal Asing Maksimal 100% (dikeluarkan dari DNI). Dimana nantinya kegiatan usaha logistik multimoda dapat dilakukan dari hulu ke hilir dengan kepemilikan asing sebesar 100%.

Seperti tercantum dalam Surat Kepala BKPM kepada Menko Bidang Perekonomian nomor 104/A.1/2018 tanggal 28 Februari 2018, dan Surat nomor S89/DVM.EKON/09/2018 perihal usulan rencana revisi DNI Perpres nomor 44 tahun 2016 ditandatangani Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri tanggal 26 September 2018.

Menurut Ketua DPP INSA, Carmelita Hartoto, mengenai adanya usulan revisi DNI dari BKPM pada sektor Perhubungan di subsektor angkutan multimoda (angkutan darat, laut dan udara dalam negeri) serta pekerjaan salvage agar dikeluarkan dari DNI atau mengizinkan kepemilikan asing 100% telah menodai azas cabotage, bertentangan Undang-undang nomor 17 tahun 2008 dan Inpres nomor 05 tahun 2005.

“Seharusnya azas cabotage bukan hanya saja berbicara mengenai pemberdayaan transportasi nasional, tetapi lebih penting dari itu, yakni menjamin kedaulatan negara. Kepentingan nasional harus diatas segalanya, termasuk usulan yang justru menguntungkan asing,” jelas Carmelita kepada Maritimnews, Jumat (5/10).

Diakui Carmelita, bahwa pasar dalam negeri Indonesia dengan penduduk nomor empat terbesar di dunia, memang sangat menggiurkan investor asing. Apalagi di saat pasar dunia sedang lesu. Namun begitupun Pemerintah harus menempatkan safety dan security nasional diatas segalanya termasuk investasi asing.

“Azas cabotage turut mendongkrak industri pelayaran dalam satu dekade terakhir. Investasi di sektor pelayaran dan industri terkait lainnya terus meningkat sejak diterbitkannya azas cabotage. Azas tersebut merupakan kebijakan umum di sektor pelayaran yang juga diterapkan Amerika Serikat, Brazil, Kanada, Jepang, dan Australia,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

TPS dan PSL Hadirkan Dua Unit Container Scanner

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS)…

15 hours ago

Sambut Pelindo Day, Makassar Gelar Turnamen Padel

Makassar (Maritimnews) - Dalam rangka menyambut Pelindo Day, yang diperingati setiap 1 Oktober, PT Pelindo…

1 day ago

Survey IDM: 89,3% Pengguna Puas, Layanan Pelindo Dinilai Cepat, Andal, dan Berorientasi Pelanggan

Selamat Hari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) tanggal 1 Oktober 2026 untuk usia kelima tahun. Terus…

2 days ago

TPS Tingkatkan Kepedulian terhadap Pengemudi Truk

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh…

2 days ago

Hingga Agustus 2026, Throughput Petikemas dan Kargo Tumbuh di Pelindo Regional 2

Jakarta (Maritimnews) - Aktivitas kepelabuhanan di wilayah kerja Pelindo Regional 2 mengalami pertumbuhan hingga Agustus…

3 days ago

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyosialisasikan penataan peta peran korporasi kepada…

5 days ago