Resah Akan Tren Politik Ke Depan, Pengamat Kemaritiman Desak Presiden Kembali Fokus Maritim

Siswanto Rusdi (paling kanan) saat menerima plakat sebagai narasumber dalam Dialog Akhir Tahun ISLA-UNHAS.

MNOL, Jakarta – Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menghimbau Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar memberikan terobosan baru di bidang kemaritiman sebelum masa jabatannya di periode ini berakhir.

Hal ini disampaikannya ketika didaulat menjadi pembicara dalam Dialog Akhir Tahun Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA-UNHAS) di Bangi Kopi Pasar Minggu, Sabtu (15/12).

Menurutnya, selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, belum ada satu terobosan baru dan benar-benar berarti bagi dunia kemaritiman nasional.

Dalam dialog lintas generasi yang mengangkat tema “Pilpres 2019 dan Harapan Baru Kelautan Nasional” ini, ia menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo harus mengambil nafas baru bagi dunia kemaritiman tanah air di sisa masa jabatannya dalam periode ini.

“Kita berharap banyak pada saat-saat terakhir seperti ini, Pak Jokowi mengambil lagi nafas baru untuk kemaritiman kita. Misalnya dengan menggagas kementerian yang khusus menangani kemaritiman, bukan sekedar menko, ” ujarnya.

Lebih lanjut, ia sedikit merasa bahwa meski mengusung poros maritim sebagai visi utama pemerintahannya, pola kebijakan dan fokus program yang dikeluarkan oleh Presiden, masih cenderung maupun dominan mengarah ke darat.

“Kapan sih Pak Jokowi terakhir datang ke laut atau ke pinggir laut? Pak Jokowi sekarang ini lebih banyak main di darat seperti peresmian jalan tol dan bagi-bagi sertifikat tanah. Ini kan terkesan Pak Jokowi masih berpikir darat padahal ia mengusung laut sebagai visi utama pemerintahannya saat ini,” ujarnya.

Secara garis besar, apa yang dikemukan oleh Siswanto Rusdi boleh dikatakan sejalan dengan sebagian besar narasumber lain yang hadir dalam Dialog Akhir Tahun yang digagas oleh ISLA-UNHAS ini. Di mana muncul kekhawatiran dari banyak kalangan yang terkait kemaritiman akan kembali pudarnya harapan perbaikan di sektor maritim setelah melihat tren perpolitikan menjelang Pilpres 2019 mendatang.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

FSP BUMN Bersatu Berduka cita Atas Musibah Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Jakarta (Maritimnews) - Keluarga Besar Federasi Serikat Pekerja (FSP BUMN Bersatu) berdukacita atas kejadian tabrakan…

11 hours ago

Konsolidasi Kekuatan Nasional, ABUPI Perkuat Kolaborasi Jasa Kepelabuhanan

Jakarta (Maritimnews) - Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada…

3 days ago

Abu Dhabi Ports Group Lirik MNP

Makassar (Maritimnews) - Peluang kolaborasi internasional di sektor kepelabuhanan dan kawasan industri semakin terbuka setelah…

7 days ago

Bank Mandiri Siap Dukung Infrastruktur Pelindo di Indonesia Timur

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkuat sinergi…

1 week ago

Triwulan I 2026, IPC TPK Panjang Tumbuh 2,06%

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) area Panjang berhasil menjaga produktivitas…

1 week ago

Pelindo Konsisten Jaga Kelestarian Lingkungan Laut

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…

1 week ago