Categories: PelayaranTerbaru

Workshop Ballast Management oleh Ditjen Hubla dan INSA

Workshop BWM di Hotel Santika Premiere Jakarta

MN, Jakarta – Sebagai Negara Maritim dan negara kepulauan terbesar di dunia, Pemerintah Indonesia peduli terhadap kelestarian lingkungan sesuai aturan di bidang pencegahan pencemaran baik internasional maupun nasional. Termasuk penerapan mengenai Manajemen Air Balas (Ballast Water Management).

Karenanya Ditjen Perhubungan Laut bersama Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menyelenggarakan Workshop Ballast Management bertema “Dalam Rangka Meningkatkan Implementasi Manajemen Keselamatan dan Pencegahan Pencemaran dari Kapal” yang dibuka Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt Sudiono, di Jakarta, Jumat (7/12).

Workshop tersebut membahas persiapan pelayaran Indonesia dalam menghadapi aturan International Maritime Organization (IMO) terkait penerapan Ballast Water Management yang akan diberlakukan pada tahun 2019 mendatang.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, aturan Manajemen Air Balas menjadi perhatian stakeholder pelayaran yang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga seluruh dunia. Dimana IMO mewajibkan kapal menerapkan dan melaksanakan prosedur pengelolaan air ballast.

“Penerapan kebijakan ini tentu memerlukan penyesuaian dengan lingkungan area pelayaran armada nasional sehingga tidak membebani anggota pengusaha pelayaran, namun tetap sejalan dengan tujuan guna melindungi lingkungan hidup di laut,” jelas Carmelita.

Menurut Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt Sudiono, Indonesia sebagai anggota IMO memberikan perhatian khusus terhadap kelestarian lingkungan perairan, serta telah meratifikasi beberapa konvensi IMO seperti Marine Pollution (MARPOL), konvensi Anti Fouling System, Jaminan Ganti Rugi Penanggulangan Pencemaran, termasuk Manajemen Air Balas.

“Adapun hasil Workshop salah satunya membentuk Kerjasama Tripartit, tiga negara pantai antara Indonesia, Malaysia dan Singapura dalam penerapan Konvensi Ballast Water Management, antara lain dibahas kerjasama dalam bentuk Same Risk Area sesuai pedoman konvensi,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

9 hours ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

1 day ago

Direct Baru di IPC TPK, MV AS Carolina ke Tiongkok Selatan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana…

4 days ago

IPC TPK ReWear Project & Seragam Bekas

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menghadirkan langkah inovatif dalam mendukung keberlanjutan…

4 days ago

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pasca Lebaran Terkendali

Jakarta (Maritimnews) - Aktivitas kunjungan kapal dan arus petikemas pasca Lebaran di lingkungan IPC TPK…

1 week ago

Langkah Transformasi Digital Pertamina Dinilai Positif

Jakarta (Maritimnews) - Mengacu hasil survey Lembaga riset strategis Citra Nasional Network (CNN) yang dirilis…

2 weeks ago