Nakhoda last call 2018 di pelabuhan Boom Baru
MN, Palembang – Dalam rangka mendukung kelancaran arus barang dan produktivitas, PT Pelabuhan Indonesia II/IPC segera menerapkan Non Petikemas Terminal Operation System (NPK-TOS) dan Marine Operating System (MOS) yang dibutuhkan stakeholders pelabuhan Palembang.
General Manager IPC Cabang Palembang, Agus Edi Santoso menjelaskan, bahwa kepadatan arus kapal dan melonjaknya bongkar muat curah di pelabuhan Boom Baru maupun Sungai Lais harus didukung sistem guna meningkatkan layanan kepelabuhanan.
“Target penerapan NPK-TOS dan MOS pada awal tahun 2019. Untuk itu kami telah mempersiapkan infrastruktur pendukung, antara lain optik,” terang Agus Edi kepada Maritimnews disela acara Nahkoda Last Call 2018 di pelabuhan Palembang, Selasa (1/1).
Diharapkan implementasi pola tersistem tersebut akan mempermudah manajemen maupun pengguna jasa, seperti perencanaan lebih awal sehingga memudahkan operasional sandar kapal. Biaya pun dapat ditekan agar tercipta efisiensi cost logistic.
Selain kebutuhan NPK-TOS dan MOS, manajemen IPC Palembang bakal merealisasikan pola gudang terkoneksi yang merupakan kerjasama operasional dengan pemilik gudang. Dimana nantinya akan dilakukan sharing informasi untuk pengisian barang pada setiap gudang.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…
Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…
Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…
KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…
Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…
Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang kedatangan container vessel MV MSC…