Kapal perintis untuk perairan Indonesia Timur
MN, Sorong – Dalam rangka optimalisasi konektivitas antar pulau di wilayah Indonesia Bagian Timur dan menjamin pendistribusian logistik ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan, Kementerian Perhubungan menyerahkan tiga unit kapal perintis.
Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut menyerahkan tiga kapal perintis pendukung program tol laut kepada PT Citrabaru adinusantara, PT Pelayaran Berkat Abadi Jaya Makmur, dan PT Luas Line.
Ketiga kapal tersebut diserahkan oleh Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri, Capt Budi Mantoro, mewakili Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Hubla, di Pelabuhan Sorong, Papua Barat, Jumat (15/3).
Adapun kapal perintis yang diserahterimakan, yakni KM Sabuk Nusantara 56, KM. Sabuk Nusantara 62 memiliki Dead Weight GT 750, dan KM Sabuk Nusantara 77 ukuran GT 2.000 dengan pelabuhan pangkal di Sorong.
Untuk KM Sabuk Nusantara 62 akan melayani trayek R-92 rute Sorong – Arefi – P.Pam – Meosmenggara – Mutus – Waisilip – Selfele P. Gag – Kofiau – Sorong.
KM Sabuk Nusantara 56 melayani trayek R-94 rute Sorong – Waisai – Kabare – P. Ayu – P. Fani – P. Ayu – Kabare – Sorong.
Sedangkan KM Sabuk Nusantara 77 akan melayani trayek R-113 dengan rute Sorong – Yellu – Bula – Geser – Gorom – Fakfak – Kaimana – Pomako – Dobo – Pomako – Kaimana – Fakfak – Gorom – Geser – Bula – Yellu – Sorong.
(Bayu/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…