CSR IPC Peduli
MN, Bengkulu – Kepedulian PT Pelabuhan Indonesia II/IPC Cabang Bengkulu terhadap bencana banjir dan tanah longsor di provinsi Bengkulu diwujudkan dengan paket bantuan berupa Makanan, Minuman dan Obat-obatan hasil sinergi bersama Kopkar (Koperasi Karyawan) serta Klinik Rumah Sakit Pelabuhan.
Menurut GM IPC Cabang Bengkulu, Nurkholis Lukman, bantuan tersebut merupakan tahap awal dari Program CSR IPC Peduli Cabang Bengkulu bagi para korban banjir, tanah longsor dan jembatan putus di beberapa titik antara lain di daerah Korpri, Sawah Lebar dan Sukamerindu.
“Bantuan kami adalah tahap awal program IPC Peduli yang langsung diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Propinsi Daerah Propinsi Bengkulu,” jelas Nurkholis Lukman didampingi ADGM SDM dan KBL, Budi Utama kepada Maritimnews di Bengkulu, Minggu (28/4).
Untuk bantuan tahap selanjutnya, terang Nurkholis, pihak IPC akan melakukan penggalangan Bantuan secara sukarela dengan melibatkan seluruh Insan IPC cabang Bengkulu, baik dalam penggalangan bantuan dana, baju layak pakai maupun obat obatan.
Budi Utama menambahkan, bahwa IPC cabang Bengkulu juga akan memberikan fasilitas Kendaraan Operasional sebanyak 1 (satu) unit untuk mobilisasi Evakuasi ke wilayah Kabupaten yang terkena musibah banjir dan tanah longsor bekerjasama dengan Dishub Propinsi Bengkulu.
Berikut data sementara BPBD Provinsi Bengkulu, pemetaan wilayah terkena bencana banjir dan tanah longsor pada hari Sabtu tanggal 27 April 2019 yakni Kaur, Bengkulu Selatan, Kotamadya Bengkulu, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Kepahiang, Raja Lebong, dan Lebong.
(Bayu/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…