Jelang Debat Capres Kelima, Semoga Tak Lagi Sepi Maritim

Debat Capres ke-V .(Sumber : instagram @kpu_ri)

MN, Jakarta – Debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres/Cawapres) tahun 2019 akan memasuki sesi pamungkas pada hari ini, Sabtu (13/4).

Ajang unjuk kemampuan para calon pemimpin bangsa yang sudah memasuki sesi ke lima ini sendiri, telah menunjukan berbagai macam hal kepada bangsa ini tentang permasalahan bangsa, meski bagi sebagian kalangan masih dalam tahap yang jauh dari kata “mendalam”.

Di balik berbagai hal yang bermunculan di dalam debat tersebut, topik-topik bahasan tentang kemaritiman seakan sepi dari bahasan para kandidat yang akan bertarung di 17 April mendatang itu.

Setidaknya bahasan terkait kemaritiman baru benar-benar menjadi perhatian publik tatkala debat ke empat yang ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional.

Pada sesi tersebut memang muncul beberapa hal terkait kemaritiman, yang lebih dominan mengarah ke masalah pertahanan. Seperti terkait radar, pelabuhan, dan tentu saja Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Akan tetapi, seperti beberapa debat sebelumnya, kesan mendalam dan kesan visi kita sebagai bangsa yang bercita-cita ingin menjadi poros maritim dunia kembali sepi dari pembahasan. Hampir tak pernah muncul pembahasan mendalam terkait ataupun sedikit menyentuh visi besar yang pernah digaungkan pada 2014 yang lalu.

Bagi sebagian kalangan, hal ini mungkin dapat dimaklumi, karena maritim sendiri tidak masuk menjadi tema utama dalam seluruh rangkaian debat ini. Namun, perlu kita ingat, bangsa Indonesia adalah bangsa yang mengaku memiliki nenek moyang seorang pelaut, di tahun 2014 yang lalu, kita pernah bersama-sama melontarkan kritik keras yang berbunyi “sudah terlalu lama kita memunggungi laut”, dan kini setelah empat sesi debat, punggung kita bahkan seolah menutupi lautan itu.

Seluruh insan kemaritiman negeri ini tentu sangat berharap, pada debat ke lima yang akan berlangsung malam ini, tema kemaritiman akan muncul dan dibahas mendalam oleh kedua kandidat.

Harapan ini tentu sangat berdasar mengingat tema yang akan dibahas pada malam ini ialah ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.

Ketiga pasangan tema tersebut merupakan istilah-istilah yang sejatinya sangat melekat kuat dengan kemaritiman dan boleh dibilang mustahil meninggalkan kemaritiman bila kita sebagai bangsa ingin menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam istilah-istilah tersebut.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

2 days ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

3 days ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

1 week ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

1 week ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

1 week ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

2 weeks ago