Nelayan penerima Pas Kecil di Madura
MN, Pamekasan – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyerahkan sertifikat pengukuran kapal dibawah GT 7 atau Pas Kecil gratis dengan total jumlah yang dikeluarkan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Branta sebanyak 1.500 Pas kecil.
Menurut Sekretaris Ditjen Perhubungan Laut, Arif Toha, penyerahan Pas Kecil dilakukan untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi para nelayan yang telah memiliki pas kecil, karena memiliki legalitas atas kapalnya yang selalu digunakan dalam mencari nafkah.
Selain penyerahan Pas Kecil juga dilaksanakan pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang diadakan Ditjen Perhubungan Laut bekerjasama dengan Politeknik Pelayaran Surabaya dengan jumlah peserta sebanyak 254 orang dari kurang lebih 500 pendaftar.
Acara DPM dibuka langsung oleh Bupati Pamekasan, Badrut Tamam dan dihadiri Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya pada hari Kamis tanggal 23 Mei 2019 di Pamekasan, Madura Jawa Timur.
Kepala UPP Kelas II Branta, Edi Kiswanto mengatakan pemberdayaan Masyarakat dilaksanakan secara bergelombang, mengingat antusias para nelayan di wilayah Madura yang ingin mengikuti kegiatan tersebut cukup banyak.
Adapun diklat bertujuan guna mengedukasi para nelayan tentang keselamatan dan keamanan pelayaran yang berisi materi Basic Training Safety (BST) dan pemberian Surat Keterangan Kecakapan 30 Mil (SKK 30 Mil) bagi para nelayan tradisional berbagai daerah kabupaten seperti, Bangkalan, Sampang serta Pamekasan.
(Bayu/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…