Categories: HLPelayaranTerbaru

Syahbandar dan Nakhoda Dihantui Cuaca Ekstrim

Gelombang tinggi di lautan

“Syahbandar dan Nakhoda agar memperhatikan betul peringatan BMKG dengan terus memperbarui informasi paling lama enam jam sekali”

MN, Jakarta – Memasuki arus balik mudik angkutan laut Idul Fitri 1440/Lebaran 2019, Kementerian Perhubungan memperingatkan adanya kondisi gelombang tinggi di beberapa titik wilayah perairan Indonesia yang wajib jadi perhatian nakhoda dan Syahbandar.

Direktur KPLP Ditjen Perhubungan Laut, Ahmad, Minggu (9/6) mengatakan untuk mewaspadai cuaca ekstrim berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan cuaca dan kondisi gelombang di laut dari tanggal 8 – 12 Juni 2019.

Tinggi gelombang periode tersebut sebesar 1,25 sampai 2,5 meter dengan status waspada ada di wilayah perairan Selat Malaka bagian Utara, Perairan Barat P.Simeulue, Perairan Padang, Selat Sunda bagian Utara, Perairan Selatan P.Sumba, Selat Sumba, Laut Sawu, Perairan P.Sawu, Perairan Kupang – P.Rote, Laut Timor Selatan NTT.

Laut Natuna Utara, Laut Jawa bag.Timur, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bag. Selatan, Laut Sumbawa bag.Utara, Perairan Kep.Sabalana – Kep.Selayar, Teluk Bone bag.Selatan, Teluk Tolo, Perairan Selatan Kep.Banggai – Kep.Sula, Perairan Manui – Kendari, Perairan Bau Bau – Wakatobi, Perairan Selatan Ambon, Laut Banda, Laut Flores, Perairan Utara Flores.

Perairan Kep.Sermata – Letti, Perairan Kep.Babar – Tanimbar, Perairan Kep.Kei – Kep.Aru, Perairan Barat Yos Sudarso, Perairan Amamapere-Agats, Perairan Fak Fak – Kaimana, Laut Seram bag.Timur, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Perairan Utara Jayapura – Sarmi, Samudera Pasifik Utara Papua Barat hingga Papua.

Kemudian akan ada tinggi gelombang sebesar 4 sampai dengan 6 meter berstatus sangat berbahaya di perairan Samudera Hindia Selatan Banten.

Direktur KPLP mengingatkan kembali bahwa informasi Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari BMKG untuk dicermati secara seksama oleh seluruh petugas di lapangan dan operator.

“Syahbandar dan nakhoda agar memperhatikan betul peringatan BMKG dengan terus memperbarui informasi paling lama enam jam sekali,” imbuhnya.

Berikut saran keselamatan yang perlu dilakukan oleh para operator pelayaran, diantaranya bagi perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter).

Selanjutnya kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter). Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter).

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

2 days ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

3 days ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

1 week ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

1 week ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

1 week ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

2 weeks ago