Progres pembangunan terminal Kijing sampai akhir Juli mencapai sekitar 20%
MN, Pontianak – Dukungan terhadap keberadaan pelabuhan samudera Kijing, Mempawah mengalir, termasuk dari DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Pontianak yang ikut mendukung Kijing menjadi pintu gerbang perekonomian provinsi Kalimantan Barat.
Ketua DPC INSA Pontianak, Rosyidi menuturkan, bahwa selain dukungan, pihaknya menunggu kesepakatan antara Pemprov Kalbar, PT Pelindo II, dan Kementerian Perhubungan yang diharapkan hadir win-win solution bagi stakeholders kepelabuhanan, salah satunya pelayaran.
“Kami mengapresiasi Pemerintah, tentu dengan harapan terciptanya regulasi terkait Kijing yang akan beroperasi bulan Agustus tahun depan. Pemerintah harus menghadirkan aturan yang mengakomodir kepentingan bersama,” terang Rosyidi kepada Maritimnews di Pontianak, Rabu (31/7).
Pihak pelayaran khususnya kapal petikemas, lanjut Rosyidi, diawal beroperasinya Kijing akan menghadapi masa transisi. Kapal-kapal petikemas tidak akan langsung pindah dari pelabuhan Dwikora Pontianak ke Kijing. Para stakeholders butuh regulasi Pemerintah melalui Kemenhub.
“Saat ini INSA Pontianak menunggu regulasi Pemerintah, kami juga ingin agar sarana pendukung pelabuhan Kijing seperti depo maupun gudang dipersiapkan. Satu lagi, pelabuhan tersebut tidak boleh diserahkan pengelolaannya kepada pihak asing,” pungkasnya.
(Bayu/MN)
Oleh: Malvin Berimbing, SH., MH . Direktur Eksekutif LBH-BUMN Indonesia sedang berada pada fase penting…
Surabaya (Maritimnews) - Tidak ada bukti selama persidangan adanya aliran Dana ke enam Karyawan PT…
oleh: Dr Dayan Hakim NS, Dosen Tetap Program MM Universitas Jayabaya Dry port (atau pelabuhan…
Bandar Lampung (Maritimnews) - Peran pelabuhan laut sebagai pintu gerbang perdagangan dan perekonomian, membutuhkan keberadaan…
Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…
Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…