TPK Pelabuhan Panjang, Provinsi Lampung
MN, Bandar Lampung – Keberadaan pelabuhan internasional Panjang sebagai pintu gerbang perekonomian provinsi Lampung serta mengacu grafik throughput peti kemas, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC berencana melakukan peremajaan alat bongkar muat (crane) di IPC TPK.
Menurut GM IPC Panjang, Adi Sugiri, langkah modernisasi terminal peti kemas (TPK) ditunggu oleh para pelaku bisnis, khususnya rencana peremajaan crane sebagai fasilitas penunjang agro industri provinsi Lampung. Apalagi tren kunjungan kapal dari tahun ke tahun, berukuran semakin besar.
“Harapan kami quay crane TPK Panjang diganti, untuk lebih mendukung kelancaran kegiatan bongkar muat peti kemas,” jelas Adi Sugiri didampingi Kahumas Frans Radian kepada Maritimnews di Bandar Lampung, Kamis (31/12).
Khusus area IPC TPK, terang Adi Sugiri, data throughput tergolong cukup tinggi walaupun di masa pandemik Covid-19. Tercatat arus peti kemas sepanjang tahun 2019 sebesar 125.040 TEUs, sedangkan ditahun 2020 sampai bulan November sebesar 105.800 TEUs.
“Saat ini kinerja alat bongkar muat di TPK Panjang menjadi sangat penting, tentu akan dapat berpengaruh terhadap schedulle penyandaran kapal di pelabuhan tujuan berikutnya yang melalui system windows,” pungkasnya.
(Bayu/MN)
Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…
Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…
Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…
Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…
Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…
Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…