Published On: Tue, Jan 19th, 2021

Dalami Kasus Ekspor Benur, KPK Panggil Kepala Bea Cukai Soetta

Foto Ilustrasi Komisi Pemebrantasan Korupsi (KPK).

MN, Jakarta – Untuk mengembangkan kasus ekspor benih lobster atau benur yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (MenKP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana mendalami keterlibatan 14 perusahaan yang diduga terlibat dalam penyelundupan ekspor benur pada medio 15 September 2020.

Penyidik KPK mendalami keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut melalui Kepala Kantor Bea Cukai Bandar Udara Soekarno-Hatta, Finari Manan. Finari diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Direktur PT. Dua Putra Perkasa (PT. DPP) Suharjito (SJT), pada, Senin 18 Januari 2021.

“Finari Manan (Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta) didalami pengetahuannya terkait dengan kegiatan penyidikan oleh tim penyidik Bea Cukai Bandara Soetta bagi 14 perusahaan yang diduga terlibat penyelundupan benih benur lobster pada kurun waktu 15 September 2020,” ujar Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (19/1).

Selain meminta keterangan dari Kepala Bea Cukai Bandara Soetta, KPK juga memeriksa Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Gustril Pausi (Bupati Kaur, Bengkulu), M. Zainul Fatih (Direktur Keuangan PT. Dua Duta Perkasa); Dua karyawan swasta, Jaya Marlian (karyawan swasta), Sharidi Yanopi (karyawan swasta), Zulhijar (petani), serta beberapa orang lain yang turut diperiksa sebagai saksi.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com