Published On: Tue, Jul 13th, 2021

Profil Kandidat Dirjen Hubla, Capt. Wisnu Handoko

Kandidat Dirjen Hubla, Capt. Wisnu Handoko.

Kandidat Dirjen Hubla, Capt. Wisnu Handoko.


MN, Jakarta – Dirjen Hubla Agus H Purnomo akan memasuki masa pensiun pada Agustus 2021 nanti dan akan digantikan oleh generasi berikutnya yang diharapkan mampu meneruskan berbagai hal yang telah dicapai oleh mantan Direktur Utama PT. INKA tersebut.

Selain itu, Dirjen Hubla yang baru nanti juga diharapkan mampu memberikan warna baru, berpikir inovatif, serta sebagai eksekutor handal untuk berbagai kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah.

Salah satu sosok yang digadang-gadang menjadi kandidat Dirjen Hubla berikutnya adalah Dr. Capt. Wisnu Handoko, M. Sc., yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok.

Pria kelahiran Semarang pada 31 Oktober 1973 ini merupakan sosok yang sejatinya sudah tidak asing lagi dengan dunia perhubungan laut. Sebelum menjabat sebagai Kepala Kantor Ototritas Pelabuhan Tanjung Priok pada Capt. Wisnu menjabat sebagai Kepala Kantor Syahbandar Utama Tanjung Priok sejak tanggal 5 Agustus 2020.

Namun, pengalaman yang paling layak diulas dari peraih Kartika Niti Yoga atau lulusan terbaik dari Badan Pendidikan dan Latihan Pelaut (BPLP) tahun 1995 ini ialah tatkala ia menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas Laut (Dirlala) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang dijabatnya dari 12 November 2018 hingga ketika ia menjabat sebagai Kepala Kantor Syahbandar Jakarta. 

Pengalaman sebagai Dirlala ini merupakan momen penting dalam pengabdiannya di dunia perhubungan tanah air. Di posisi ini, ia memperoleh banyak sekali tantangan yang mungkin menjadi salah satu yang paling berkesan dalam hidupnya. Mulai dari rutinitas mengelola hilir mudik lalu lintas di wilayah laut kita hingga mengkonsolidasikan jajaran dan sistem yang ada di bawahnya dalma menghadapi tantangan dari salah satu program baru yang sangat penting dalam konektivitas negeri ini, yaitu program tol laut.

Saat menjabat sebagai Dirlala ini pulalah Capt. Wisnu memberikan sumbangsih besar bagi dunia kemaritiman, yaitu sebuah buku berjudul “Tol Laut Konektivitas Visi Poros Maritim Dunia”. 

Buku setebal lebih dari 160 halaman ini membahas berbagai hal mendasar terkait tol laut. Hal – hal sederhana namun teramat jarang ditemukan dalam literatur-literatur terkait konektivitas negeri ini, mulai dari filosofisnya hingga berbagai hal teknis dasar yang akan menjadi pilar-pilar tol laut dan konektivitas negeri ini. Terbitnya karya tulis ini merupakan tonggak penting dalam bahasan kemaritiman Nusantara, khususnya tentang konektivitas paling mutakhir yang masih sangat minim literasi yang tersedia, di mana ini diharapkan dapat menjadi rangsangan bagi banyak anak bangsa lainnya, termasuk ia sendiri, mengembangkan karya tulis ini lebih jauh di kemudian harinya.

Selain mengabdi selama lebih dari 20 tahun di Kementerian Perhubungan, Capt. Wisnu juga mengabdikan dirinya pada dunia pendidikan sebagai tenaga pengajar pada beberapa universitas, akademi, sekolah tinggi, maupun poleteknik pelayaran dan kepelabuhanan. Dua diantaranya adalah pada Program Pasca Sarjana Magister Sumber Daya Pantai dan Program Doktoral Sumber Daya Perairan Universitas Diponegoro.

Pengalaman Capt. Wisnu saat mejabat sebagai Dirlala ini cukup menarik untuk ditelaah. Ia menapaki posisi di saat pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun sistem koneksi antar wilayah negeri ini, di mana Ditlala menjadi salah satu inti di dalamnya. Seperti kita ketahui, saat pertama kali menerima amanat dari bangsa ini, Presiden Joko Widodo menggaungkan visi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan salah satu program andalannya adalah “Tol Laut”.

Tol laut sendiri bukanlah sembarang program, banyak aspek yang terkait ataupun bersinggungan di dalamnya. Tak hanya menjadi program andalan pemerintah, Tol Laut sendiri sejatinya merupakan jawaban bagi pemeretaan perekonomian masyarakat luas di berbagai daerah, khususnya daerah-daerah yang selama ini belum atau sulit “dijangkau”. Dan yang menjadi akar utama dalam program ini adalah lalu lintas perairan laut di mana Ditlala merupakan bapak kandung dari tanggungjawab ini.

Perlu diketahui juga, program tol laut ini adalah program yang memilki beban sangat besar. Tak hanya terkait aspek ekonomi, ada aspek filosofis kebangsaan, kenegaraan, cinta tanah air, hingga menjaga persatuan dan kesatuan yang terkandung di dalamnya. Kesuksesan program ini diharapkan akan makin menguatkan berbagai aspek tersebut. Inilah beban terberat yang harus dipikul oleh seorang Dirlala pada saat itu, di mana Capt, Wisnu sempat merasakan di waktu berkembangan program itu, dan buku setebal lebih dari 160 halaman yang telah disebutkan di atas itu menjadi salah satu jawaban dari tanggungan tersebut.

Di masa memimpin Ditlala pula, Capt. Wisnu mendapatkan ujian yang cukup berat terkait pandemi Covid 19 yang melanda seluruh dunia hingga saat ini. Munculnya wabah penyakit ini, merubah berbagai macam hal yang ada di dunia ini, utamanya dari segi budaya. Dan ini secara langsung turut merubah banyak kebijakan-kebijakan yang telah disusun sebelumnya sehingga menjadikan banyak aturan teknis yang juga harus mengukutinya. Belum lagi dampak ekonomi yang menghujam seluruh lapisan masyarakat yang turut pula berimbas pada berbagai regulasi terkait lalu lintas laut pada saat itu.

Sebelum berganti peran menjadi Kepala Kantor Syahbandar Jakarta, Capt. Wisnu sempat turut serta mengusung salah satu inovasi program yang cukup mutakhir pada saat ini, yaitu rancangan penjualan tiket berbasis daring (online) untuk angkutan laut yang terintegerasi dengan salah satu startup transportasi terkemuka di negeri ini. Di mana tak hanya penjualan saja yang diintegerasikan, namun mencakup integerasi antar moda yang sudah sempat dirancang pada saat itu.

Merujuk pada beberapa hal tersebut, wajar apabila Capt. Wisnu masuk menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengisi posisi Dirjen Hubla berikutnya, di mana posisi ini sendiri memang selayaknya diisi oleh sosok berpengalaman dengan pengetahuan ataupun jaringan yang luas. 

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

alterntif text
Connect with us on social networks
Recommend on Google
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com