Published On: Mon, Aug 23rd, 2021

Bangun Fondasi Keamanan Maritim Internasional, TNI AL Gelar IMSS 2021 di Seskoal

Pelaksanaan IMSS oleh TNI AL di Seskoal, Jakarta, Senin (23/8).

 

Jakarta (Maritimnews) – TNI Angkatan Laut (AL) kembali menggelar Indonesia Maritime Security Symposium (IMSS) 2021 bertempat di AuditoriumYos Sudarso, Seskoal Bumi Cipulir, Jakarta Selatan pada 23-24 Agustus 2021.

Event internasional ini merupakan yang keempat kalinya digelar oleh TNI AL. IMSS pertama kali dan kedua dilaksanakan di Jakarta pada tahun 2013 dan 2015, sementara IMSS ketiga dilaksanakan di Bali tahun 2017

Kegiatan ini mengusung tema International Maritime Security Cooperation for Security, Peace and Prosperity dengan mengundang 54 perwakilan AL dari 54 negara dan dihadiri langsung oleh Atase Pertahanan (Athan) dri 36 negara dan sisanya melalui vicon termasuk 16 KSAL negara sahabat.

54 negara yang diundang yakni Australia, Bangladesh, Brazil, Brunai, Kamboja, Kanada, Chile, Kolombia, Mesir, Prancis, Jerman, India, Iran, Italia, Jepang, Kazakstan, Laos, Lebanon, Madagaskar, Malaysia, Maladewa, Mauritius, Meksiko, Mozambik, Myanmar, Belanda, Selandia Baru, Nigeria Korea Selatan, Oman, Pakistan, Peru, Papua Nugini, Filipina, Polandia, Portugal, Korea Utara, Rusia, Arab Saudi, Sychelles, Singapura, Afsel, Spanyol, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Timor Leste, Tonga, Turki, UEA, Inggris, AS, dan Vietnam.

Event dua tahunan dengan tuan rumah Seskoal ini dilaksanakan dalam rangka mengeksplorasi perkembangan tren terkini terhadap tantangam ketertiban laut dalam membangun kerangka kerja sama keamanan maritim multilateral yang efektif di kawasan dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya mewujudkan ketertiban dan keamanan di laut.

Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono saat membuka event ini menyatakan betapa pentingnya pertemuan ini guna merumuskan fondasi keamanan maritim secara bersama.

“Pertemuan ini sangat penting sebagai wadah untuk membahas masalah keamanan maritm.Di masa yang akan datang, sektor maritim menjadi penting. Kita butuh kritikan yang mebangun untuk menghadapi tantangan maritim,” ucap Laksamana Yudo.

Diharapkan event ini mampu memberikan manfaat dalam menurunkan tingkat pelanggaran hukum di laut, sekaligus mempererat hubungan diplomasi antar negara.

Mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kasum TNI Letjen TNI Eko Margiono mengungkapkan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini, diplomasi antar negara sangat diperlukan guna menghadapi pandemi dan dampak ekonomi.

“Dalam simposium internasional ini saya mengharapkan kestabilan keamanan maritim internasional dapat terwujud yang mengarah kepada kemajuan ekonomi dan hubungam diplomasi antar negara,” ujar Kasum TNI.

Sementara itu Wamenhan Letjen TNI Muhammad Herindra mewakili Menhan Prabowo Subianto menyebut bahwa perjuangan Indonesia dalam menghadapi Covid-19 sangat maksimal.

Begitu juga dalam menghadapi tantangan keamanan di laut, ia mempercayakan peran TNI AL untuk bisa meningkatkan kemampuannya dalam menjaga perairan Indonesia.

“Di kawasan (ASEAN) banyak masalah keamanan maritim baik yang bersifat tradisional maupun non tradisional. Kondisi ini menjadi sebuah kepentingan bersama dan perlu mencari solusi bersama,” ungkap Wamenhan.

Simposium internasional ini dilaksanakan dalam 6 sesi yang berlangsung selama 2 hari. Sesi I dengan topik Biological Defense, Maritime Challenge and Oppurtunity yang akan dipresentasikan oleh delegasi dari China, India, Singapura dengan moderator Indonesian Senior Military Analyst and Lecturer Dr Connie Rahakundini Bakrie; Sesi II dengan topik Humanitarian Assistance and Disasters Relief yang akan dipresentasikan delegasi dari AS, Jepang dan Indonesia dengan Moderator The Head of Coordination for Lectures of Indonesian Naval Staff and Command College First Admiral Judijanto, dan Sesi III dengan topik Building Asian Sail Training Organization and Asian Tallship Regatta Program yang akan dipresentasikan oleh delegasi dari Indonesia, Spanyol dan Inggris dengan moderator Vice Asistant Chieft of the Indonesian Navy for Intelligene First Admiral Akmal.

Selanjutnya, Sesi IV dengan topik Military and Intelligence Activities in EEZ, Rule and Exercise yang akan dipresentasikan delegasi dari Filipina, Indonesia dan Vietnam dengan moderator Lecturer of Geodetic Engineering and Expert on Geospatial Aspects of the Law of the Sea Gajah Mada University I Made Andi Arsana; Sesi V dengan topik Building Maritime Security Information Exchange yang akan dipresentasikan oleh delegasi dari Malaysia, Singapura, Turki dan Australia dengan moderator Professor of International Relations, Indonesia Defense University Prof AA Bayu Perwita; dan Sesi VI dengan topik Unmanned or Autonomous Vehicles Operation, Law of the Sea Perspective yang akan dipresentasikan delegasi dari Prancis, Inggris dan IMO dengan moderator Deputy Head of Legal Service and General Council Agency, Indonesian Armed Force First Admiral Kresno Buntoro. (*)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com