Corporate Secretary IPC TPK ikut menanam Mangrove di Lampung
MN, Bandar Lampung – Dalam rangka mendukung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), IPC Terminal Petikemas kembali melakukan aksi peduli lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon dan bibit mangrove di wilayah provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut diselenggarakan juga untuk mendukung gerakan “BUMN Hijaukan Indonesia” Kementerian BUMN untuk menyemarakkan Hari Menanam Pohon Indonesia yang diperingati secara nasional setiap tanggal 28 November.
Corporate Secretary & Hubungan Eksternal
IPC TPK, Amanda Maulina mengatakan, penanaman 1.000 mangrove dilakukan di Desa Sidodadi, Kecamatan Parang
Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Universitas Lampung.
“Mangrove berperan sangat penting dalam memperlambat krisis iklim karena mampu menyerap emisi karbon. Kami optimis untuk terus mengambil peran dalam memerangi perubahan iklim melalui program-program TJSL,” jelas Amanda Maulina di Bandar Lampung, Jumat (3/12).
Selain Amanda Maulina, hadir dalam kegiatan tanam Mangrove antara lain Ketua Serikat Pekerja Pelindo IPC TPK Wedhar Tani Aji, Kepala Desa Sidodadi Tunggal Saputro, Ketua Kelompok Pelestari Hutan Mangrove Desa Sidodadi Untung Gunawan dan perwakilan Universitas Lampung.
Ditempat terpisah, IPC TPK melakukan penanaman 50 bibit pohon di IPC Terminal Petikemas Area Panjang. Berbagai jenis pohon ditanam sebagai upaya menghasilkan udara pelabuhan lebih bersih, menyerap berbagai polusi udara dari aktifitas pelabuhan serta mengurangi dampak dari pemanasan global.
(Bayu/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…