Dok Foto: Net
Jakarta (Maritimnews) – Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bertemakan ‘Kolaborasi untuk Maju Bersama’ di Jakarta, Kamis (23/2). Ketua Umum ISKINDO Riza Damanik mengatakan bahwa saat ini diperlukan pengarusutamaan inovasi dan teknologi untuk mengoptimalkan potensi sumber daya laut secara berkelanjutan.
“Inovasi dan teknologi harus dapat tumbuh subur dalam optimalisasi sumber daya laut kita, sehingga tercipta nilai tambah dari hulu hingga hilir, menjadi lebih adil dan berkelanjutan,” ungkap Riza di Jakarta, Rabu (23/2).
Riza yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM menambahkan bahwa Alumni dari enam puluh satu (61) kampus yang memiliki program Ilmu dan Teknologi Kelautan merupakan kekuatan besar untuk menggerakkan ekonomi kelautan Indonesia.
“Beragam keahlian dari mulai bioteknologi, tata kelola pesisir dan laut, wisata bahari, manajemen bencana dan perubahan iklim, energi laut, konservasi, pengendalian pencemaran, penguatan komunitas, Industri dan jasa kelautan, serta keamanan maritim,“ kata dia.
Disamping keahlian tersebut, lanjut Riza, Iskindo juga memiliki badan otonom yang berfokus pada dua hal yaitu sertifikasi keahlian dan pengembangan ekonomi kelautan berbasis koperasi.
Dalam Rakernas, lanjut Riza, ISKINDO berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengelola sumber daya laut Indonesia. Pertama, bersama dengan mantan Kepala BRIN Prof Bambang Brodjonegoro, kita perdalam apa yang disebut dengan SMART MARITIM. Sebuah konsep pengarusutamaan teknologi untuk pengelolaan Laut Indonesia.
Kedua, ISKINDO melakukan MoU dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Badan Perlindungan Pekerja Migram (BP2MI), dan Indonesian Journal of Oceanography (IJOCE) dari Universitas Diponegoro.
“Ruang lingkup MoU tersebut adalah mencakup pengembangan sumber daya manusia, inovasi teknologi, dan juga publikasi jurnal ilmiah,“ pungkas Riza.
Rencana Pembukaan Rakernas juga dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri BUMN, Kepala Bakamla RI dan sejumlah organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan pegiat kelautan baik secara daring maupun luring. (*)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…