Categories: PelabuhanTerbaru

Pelindo Harus Mampu Dorong Kontainerisasi di Indonesia

Kegiatan bongkar muat Petikemas atau Kontainer di pelabuhan

MN, Jakarta – Lembaga pengkajian kemaritiman The National Maritime Institute (NAMARIN) berharap anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang terminal peti kemas, yakni subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bisa mendorong kontainerisasi di Indonesia.

Hal tersebut menyusul telah dimulainya pengoperasian TPK Makassar, TPK Makassar New Port, TPK Bitung dan TPK Ambon oleh SPTP.

Direktur NAMARIN, Siswanto Rusdi mengatakan, pengoperasian terminal peti kemas di Indonesia oleh satu entitas yakni PT Pelindo Terminal Petikemas akan berdampak positif pada kualitas pelayanan operasional terminal.

“Dibutuhkan standarisasi yang sama di setiap terminal peti kemas, standar layanan yang sama dapat memudahkan perseroan dan pengguna jasa dalam memantau kinerja operasional setiap terminal peti kemas,” terang Siswanto di Jakarta, Jumat (1/4).

Selain berdampak pada biaya, ditambahkannya, standarisasi pelayanan dan peningkatan kinerja operasional juga akan merangsang pertumbuhan arus peti kemas. Kualitas dan layanan yang baik akan menggerakkan para pemilik barang untuk mengubah pola pengiriman dari non-peti kemas menjadi peti kemas.

Adapun standarisasi dimaksud meliputi aspek digitalisasi bisnis proses, peningkatan kompetensi bagi pekerja dan juga TKBM, serta peningkatan kehandalan peralatan penunjang kegiatan terminal.

“Kolaborasi antara PT Pelindo Terminal Petikemas dengan para pelaku usaha juga dibutuhkan guna mendorong kontainerisasi di Indonesia. Ambil contoh di Maluku. Di sana potensi perikanan cukup besar dan masih banyak menggunakan pengapalan non peti kemas, dalam hal ini menggunakan reefer. Itu berarti, bagaimana Pelindo dapat menangkap peluang dan potensi yang ada,” jelas Siswanto.

Salah satu langkah yang kini bisa ditempuh oleh pihak Pelindo Peti Kemas antara lain, menyediakan reefer yang cukup untuk dipergunakan para pengusaha perikanan di kawasan Indonesia timur.

“Saat mereka membutuhkannya, kontainer langsung ada. Hal ini memang menjadi bisnisnya pelayaran tetapi tidak ada salahnya dicoba. Namanya juga usaha,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPC TPK Terima Delegasi Bisnis USA dan Infrastruktur Estonia

Jakarta (Maritimnews) – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membuka ruang pertukaran informasi, pengalaman, dan…

2 hours ago

Kepedulian Sosial Kopkar TPK Koja di Yayasan Cinta Saudara

Jakarta (Maritimnews) - Kepedulian terhadap anak yatim piatu merupakan kewajiban sosial dan agama untuk melindungi…

5 hours ago

FSP BUMN Bersatu Berduka cita Atas Musibah Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Jakarta (Maritimnews) - Keluarga Besar Federasi Serikat Pekerja (FSP BUMN Bersatu) berdukacita atas kejadian tabrakan…

2 days ago

Konsolidasi Kekuatan Nasional, ABUPI Perkuat Kolaborasi Jasa Kepelabuhanan

Jakarta (Maritimnews) - Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada…

4 days ago

Abu Dhabi Ports Group Lirik MNP

Makassar (Maritimnews) - Peluang kolaborasi internasional di sektor kepelabuhanan dan kawasan industri semakin terbuka setelah…

1 week ago

Bank Mandiri Siap Dukung Infrastruktur Pelindo di Indonesia Timur

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkuat sinergi…

1 week ago