Konferensi Pertama Analisis Papua Strategis 2022 Didukung Kemenlu, Kemenhub dan ATR/BPN

Forum Transportasi Konferensi 1 Analisis Papua Strategis “Papua Development Strategy” di Biak Papua

MN, Biak – Kegiatan Konferensi Pertama Analisis Papua Strategis yang dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI di kota Biak pada tanggal 28 – 30 April 2022 mengusung 3 (tiga) tema, terbagi kedalam Forum besar yaitu, Forum Bisnis, Forum Transportasi dan Forum Masyarakat Adat dan Agama melalui topik menarik seperti, materi tanah adat, peluang investasi, bisnis shipping serta tol laut.

Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar dalam pidato pembukaannya mengajak peserta konferensi untuk berhenti mengkritisi dan menghujat tetapi sebaiknya padukan cara pandang, masukkan, pemikiran, sehingga membangun suatu sinergi kuat dan terus menyempurnakan, mempercepat, memperkuat pembangunan Papua. Sehingga menuju Papua yang sejahtera, Papua yang maju dan Papua yang dibanggakan.

Wamenlu Mahendra Siregar

Selaras tiga isu besar yang dibahas dalam konferensi tersebut, ditapuk sebagai tamu kehormatan menyampaikan materi terkait tanah adat, yakni Dr M Adli Abdullah, SH, MCL (Staf Khusus Menteri ART/BPN) menegaskan materi tentang Strategi Pembangunan Sosial Budaya di Papua Menjamin Kepastian Hukum Atas Hak Tanah Adat di tanah Papua, sekaligus menjadi sesi yang banyak peminatnya.

“Perhatian yang diberikan kepada Papua sangat serius dengan lahirnya Inpres Nomor 9 Tahun 2020 mengenai Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua dan Papua Barat. Percepatan pembangunan tidak boleh melepaskan akar rumput orang Papua. Kesalahan pendekatan terhadap tanah dapat menyebabkan pembunuhan, dan cukup terkenal di Papua adalah kayu palang,” ujar Dr Adli dalam materi paparannya.

“Konstitusi negara Republik Indonesia itu mengakui hak-hak masyarakat adat sepanjang masih hidup dan berkembang dan wajib dilindungi negara. Orang Papua harus diuntungkan karena punya UU khusus, yaitu pertama UU no.21 tahun 2001 dan direvisi UU no 2 tahun 2021 yang juga mengatur hak-hak masyarakat adat Papua,” tegasnya.

Pada kesempatan sama, hadir sebagai tamu kehormatan dan Narasumber dari Kementerian Perhubungan yang mewakili Menteri Perhubungan;  Mayjen Mar TNI (Purn) Buyung Lalana, SE (Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga) dengan tema materi transportasi membahas secara explisit isu peluang tantangan investasi multi moda transportasi Papua dan Papua Barat serta peran tol Laut sebagai poros maritim dunia.

Dalam paparannya Buyung Lalana mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Program Strategis Nasional Tol Laut yang tujuan hadirnya program tersebut adalah guna mengurangi kesenjangan dan menjamin kesejahteraan di wilayah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan)

Turut hadir dan menyampaikan materi melalui daring, Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi Prof Wihana Jaya Kirana.

“Arahan Presiden mulai dari daerah pinggiran menjadi prioritas terutama wilayah Papua dan Papua Barat dikawasan timur Indonesia. Berbagai ketimpangan pembangunan di kawasan wilayah timur harus diberikan suatu solusi dan penyelesaiannya dengan peluang investasi transportasi dan bussines shipping,” terang Prof Wihana.

Selain Prof Wihana, hadir secara daring dari ICRP Ustad Achmad Nurcholis bersama Pdt Franky Tampubolon, S.Th dan Alyssa Wahid dari Gusdurian, Romo Johannes Hariyanto mewakili Ketua Umum PGI Ronald Ricard serta tamu kehormatan lainnya, Komisaris PT KAI dan juga sebagai Widyaiswara Utama dan sebelumnya Staf Ahli Kemenhub Bidang Multimoda dan Keselamatan Transportasi, Dr Cris Kuntadi, CA, CPA, QIA.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

4 hours ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

6 hours ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

12 hours ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

1 day ago

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

2 days ago

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

4 days ago