CFS TPK Jambi dan Produktivitas Pelabuhan

Kegiatan B/M Petikemas di Pelabuhan Talang Duku Jambi

Talang Duku (Maritimnews) – Container Freight Station (CFS) merupakan fasilitas pendukung kegiatan petikemas yang bertujuan memperlancar arus barang dan memudahkan pengurusan dokumen, bahkan diyakini dapat memangkas biaya serta meningkatkan produktivitas pelabuhan. Fasilitas itu berlaku bagi seluruh area IPC TPK selaku anak usaha SPTP Subholding dari PT Pelindo (Persero).

Jika melihat IPC TPK Jambi yang memiliki area CFS dengan dukungan Reachstacker dan fasilitas gudang seluas 2.200 meter persegi, serta lokasinya berdekatan Lini I. Area tersebut ditargetkan bakal mampu meningkatkan produktivitas melalui efisiensi cost serta kemudahan operasional, sebut saja kegiatan Stripping dan Stuffing.

Manager Area IPC TPK Jambi, Anang Subagiono menjelaskan, keberadaan CFS menjadi sangat mendukung bagi kegiatan pengapalan ocean going khususnya aktivitas ekspor komoditi Karet, Pinang dan Plywood di pelabuhan Talang Duku yang dilayani oleh beberapa perusahaan pelayaran antara lain, Advantis Sabang Raya Lines Ltd (ASRL), Pelayaran Sukses Sindo Damai, dan Pulau Laut.

“Setelah penerapan sistem digitalisasi, kedepan kami akan meningkatkan pelayanan operasional untuk memperlancar kegiatan bongkar muat komoditi unggulan. Salah satunya dengan fasilitas CFS agar produktivitas pelabuhan Talang Duku meningkat lebih baik lagi,” kata Anang kepada Maritimnews di Kantor Cabang PT Pelindo (Persero) Regional 2 Jambi usai penandatanganan serah terima CFS, Rabu (6/4).

Untuk arus petikemas di pelabuhan Talang Duku berdasarkan data Divisi Komersil IPC TPK Jambi, throughput selama Triwulan I tercatat sebagai berikut,
Tahun 2022: Januari 2.287 Box/2.883 TEUs, Februari 3.088 Box/3.952 TEUs, Maret 2.780 Box/3.436 TEUs dengan TOTAL 8.155 Box/10.271 TEUs.
Tahun 2023: Januari 2.550 Box/3.156 TEUs, Februari 2.199 Box/2.699 TEUs, Maret 2.702 Box/3.424 TEUs dengan TOTAL 7.451 box/9.279 TEUs.

Komoditi Karet Turun

Ditempat terpisah, mantan Ketua GAPKINDO Jambi, Achmad Effendy menerangkan kepada Maritimnews terkait kondisi komoditi Karet di pelabuhan Talang Duku, bahwa produksi Karet turun cukup banyak karenanya harga cenderung stabil rendah. Ditingkat petani harga hanya Rp 5.000-7.000/kg basah.

“Pemilik kebun Karet di Jambi banyak yang tebang diganti Sawit dan tukang deresnya beralih profesi menjadi tukang dodos Sawit, sehingga produksi Karet turun cukup banyak. Dalam kurun 1-2 tahun kedepan kemungkinan masih akan seperti ini kecuali Pemerintah intervensi, misalnya melalui subsidi harga Karet,” pungkasnya.

(Bayu Jagadsea/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Laba Bersih Kopkar TPK Koja Tahun Buku 2025 Meningkat 132%

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku…

2 hours ago

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

3 days ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

6 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

6 days ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

1 week ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

1 week ago