Categories: PelabuhanTerbaru

TPK Teluk Bayur Terapkan Pola Operasional Baru dan Co-marketing

Fasilitas plugin Reefer di TPK Teluk Bayur menanti kehadiran para pengguna jasa

Kota Padang (Maritimnews) – IPC Terminal Peti Kemas (TPK) Teluk Bayur tengah membenahi pola operasional dalam rangka meningkatkan produktivitas arus bongkar muat petikemas, termasuk berkolaborasi dengan Pelayaran menciptakan pangsa pasar baru (muatan) agar pihak cargo owner melakukan kegiatan ekspor direct dari pelabuhan kebanggaan Tanah Minang tersebut.

Menurut Manager Area IPC TPK Teluk Bayur, Erika Sudarto, selain menerapkan pola operasional baru guna efisiensi, pihaknya melakukan langkah ekspansi untuk mengekplorasi peluang market. Salah satunya melalui kegiatan pemasaran bersama (co-marketing) dengan perusahaan pelayaran selaku pengguna jasa, yang targetnya meningkatkan throughput melalui proses kontainerisasi kargo dari dan ke TPK Teluk Bayur.

“Saat ini pembenahan pola operasional dan penerapan co-marketing telah direncanakan untuk satu tahun kedepan yang melibatkan perusahaan Pelayaran, dan menjadi prioritas kami di IPC TPK,” kata Erika Sudarto didampingi Asman Pendukung Operasi, Yudha Sutanto kepada Maritimnews di Kota Padang, Kamis (25/01).

Erika menegaskan, bahkan per triwulan IV tahun 2023, pihak IPC TPK area Teluk Bayur menambah fasilitas plugin Reefer Container menjadi 20 unit yang dapat digunakan oleh pengguna jasa atau pemilik barang agar tetap menjaga kualitas cargonya selalu segar, baik waktu diperjalanan ketujuan atau sesampai ditangan konsumen.

“Penting bagi kami menambah ragam fasilitas pelayanan dan kelengkapan TPK area Teluk Bayur, antara lain untuk pelayanan bongkar muat kargo yang menggunakan fasilitas Reefer, seperti produk hasil laut, produk consumer goods, dan beberapa produk lain. Tujuannya agar kualitas mutu terjaga ketika dalam proses pengiriman,” pungkas Erika.

Komoditas yang Naik Ditahun 2023

Data IPC TPK area Teluk Bayur mencatat kenaikan throughput;

– Komoditas Semen naik 26,17% dari tahun 2022 atau mengirim sebanyak 11.986 box di tahun 2023.

– Komoditas Batu Perlite tahun 2023 mencapai sekitar 224 box atau kenaikan sekitar 6,23% dari tahun 2022.

– Komoditas Palm Fatty tahun 2023 terdapat 46 box atau kenaikan sekitar 130% dari tahun 2022 dengan tujuan negara Korea Selatan dan China.

– Komoditas Coconut Milk (Santan) tahun 2023 mengirim sebanyak 141 box dengan tujuan ekspor ke Malaysia, Eropa dan China.

(Bayu Jagadsea/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Mengaplikasikan Visi Besar Prabowo Subianto Pada Ketahanan Pangan

Ditulis oleh: Arief Poyuono SE,MKom (Komisaris Pelindo) Pelabuhan dan terminal yang tersebar di seluruh dunia…

2 days ago

IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional, Throughput Tembus 2,8 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – Penutupan Triwulan III tahun 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan…

2 days ago

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan…

4 days ago

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

5 days ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

1 week ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

1 week ago