Categories: CSRTerbaru

Di Dumai, Rukindo Gelar Santunan Anak Yatim

Santunan anak yatim oleh Rukindo di Dumai

Dumai (Maritimnews) – Program Tanggung Jawabb Sosial Perusahaan (TJSL) dari PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) kembali digelar berupa santunan kepada anak Yatim, sebagai bagian dari komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Kali ini pemberian bantuan sosial tersebut dilaksanakan di Yayasan Panti Asuhan Al-Munawaroh Kota Dumai.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Rukindo, Zulfa Irawan Anton didampingi Proyek Manager area Dumai, pemberian santunan anak Yatim bertujuan membantu meringankan beban hidup mereka. Kegiatan santunan menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perusahaan terhadap kesejahteraan sosial masyarakat.

Adapun santunan berupa Sembako yang diharapkan dapat membantu kebutuhan sehari-hari dan mendukung kelancaran pendidikan mereka.

“PT Rukindo tidak hanya fokus pada kegiatan bisnis, kami melalui program TJSL menyalurkan santunan anak Yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” pungkas Zulfa.

(Bayu Jagadsea/MN)

Yudha Prima Putra

Share
Published by
Yudha Prima Putra

Recent Posts

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

3 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

6 days ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

6 days ago

Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP di Teluk Bayur

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…

6 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…

1 week ago

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

1 week ago