Jakarta (Maritimnews) – Throughput PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) sampai dengan bulan November 2025 tercatat mencapai 11.799.232 TEUs dengan rincian arus Internasional 3.832.494 TEUs, sementara untuk Domestik atau dalam negeri mencapai 7.966.738 TEUs sekaligus mendominasi arus petikemas milik Subholding PT Pelindo (Persero) secara keseluruhan.
Berdasarkan catatan SPTP Company Update presented for FORWAMI Media Gathering, Selasa (16/12), terungkap rencana SPTP tahun 2026 akan menambah fasilitas alat bongkar muat petikemas sebanyak 13 (tiga belas) Quayside Crane Container/QCC untuk beberapa Terminal, yakni Semarang, Belawan, Perawang, PT TPS, dan IPC TPK Panjang.
Selain QCC, ada program penambahan 25 (dua puluh lima) fasilitas Rubber Tyred Gantry/RTG yang akan ditempatkan di Banjarmasin, Nilam, Semarang, Belawan, Kendari, Makassar, Bitung, PT TPS, IPC TPK Kijing, JICT 2, dan Terminal Teluk Lamong.
“Namun rencana pengadaan fasilitas pendukung bongkar muat petikemas tersebut, pihak SPTP masih terus melakukan studi kelayakan,” terang Corporate Secretary SPTP Widyaswendra kepada Maritimnews usai acara Media Gathering & Lunch Talk bertajuk “Kinerja SPTP 2025 dan Arah Strategis 2026: Memperkuat Daya Saing Terminal Petikemas Nasional di Jakarta.
SPTP optimistis upaya transformasi TPK menjadi langkah konkret efisiensi logistik nasional, bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya ditopang kuatnya konsumsi domestik masyarakat, tetapi juga oleh program hilirisasi sejumlah komoditas di kawasan timur Indonesia yang mulai menunjukkan hasil nyata.
“Program hilirisasi di Indonesia Timur telah memberikan kontribusi terhadap arus petikemas. Ini menjadi sinyal positif bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas terminal dan memastikan standar layanan yang seragam,” pungkasnya.
(Bayu Jagadsea/MN)






