Jakarta (Maritimnews) – Momentum Ramadhan 1447 H/2026 M, PT Pelindo (Persero) Regional 2 Tanjung Priok memperkokoh sinergi melalui kegiatan Ifthar Ramadhan bersama para stakeholder di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok yang juga diisi Tausyiah serta pemberian santunan kepada Anak Yatim, sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan di Taman Museum Maritim Indonesia, Jumat (06/03).
Hadir pada kegiatan di Taman Museum Maritim Indonesia, Jumat (06/03), Komisaris PT Pelindo (Persero) Arif Poyuono, Wakil Direktur Utama Pelindo Drajat Sulistyo, Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting, EGM Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra dan dihadiri pula oleh Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt Heru Susanto dan instansi Pemerintah lainnya, serta asosiasi pengguna jasa dan Terminal Operator.
Wakil Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Drajat Sulistyo dalam sambutannya menyampaikan, bahwa bulan Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian serta kolaborasi antara Pelindo dan seluruh mitra kerja di ekosistem kepelabuhanan, terlebih menjelang Angkutan Lebaran 2026.
“Menjelang hingga pasca Idul Fitri, diperlukan kesiapsiagaan bersama untuk menjaga kelancaran arus logistik serta aktivitas ekspor impor, khususnya di wilayah pelabuhan Tanjung Priok, kami berharap seluruh stakeholder dapat memberikan perhatian dan dukungan penuh agar operasional pelabuhan tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali,” pungkasnya.
(Bayu Jagadsea/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…