Jakarta (Maritimnews) – Di tengah meningkatnya kebutuhan kemanusiaan, baik di tingkat lokal maupun global, kepedulian dari berbagai pihak menjadi semakin berarti bagi yang membutuhkan.
Berangkat dari semangat berbagi di bulan Ramadhan, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) bersama para pekerjanya menyalurkan dana zakat sebesar Rp200 juta untuk para mustahik di sekitar wilayah operasional perusahaan, serta masyarakat terdampak krisis kemanusiaan di Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
Dana zakat tersebut merupakan hasil kontribusi bersama antara perusahaan dan para pekerja IPC TPK yang dihimpun melalui Pusat Pembinaan Dakwah Islam (PPDI) IPC TPK, kemudian disalurkan melalui lembaga kemanusiaan dan filantropi yang kredibel, yaitu Lazisku, Adara Relief International, dan Rumah Zakat.
Ketua PPDI IPC TPK, Agus Fazri, menyampaikan bahwa zakat yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian kolektif yang melibatkan partisipasi para pekerja dan dukungan perusahaan.
Sebanyak Rp100 juta disalurkan melalui Lazisku untuk masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah operasional IPC TPK.
Sementara Rp50 juta disalurkan melalui Adara Relief International untuk membantu para mustahik di Palestina, khususnya di Jalur Gaza. Adapun Rp50 juta lainnya disalurkan melalui Rumah Zakat bagi warga yang membutuhkan di wilayah Jakarta Utara.
Penyaluran zakat ini mencerminkan upaya IPC TPK dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya masyarakat di sekitar perusahaan, tetapi juga bagi komunitas global yang tengah menghadapi tantangan kemanusiaan.
(Bayu Jagadsea/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…