Maritimnews, Surabaya – Memasuki hari ke-7 pelaksanaan Latihan dan Praktek (Lattek) Pra Pendidikan Komando (Dikko), sebanyak 20 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Korps Marinir dengan penuh semangat mengikuti latihan mountenering di Lapangan Laut Arafuru, AAL, Bumimoro, Surabaya pada hari Selasa (26/1/16).
Dengan didampingi para Perwira Pengasuh dari Departemen Marinir (Depmar) AAL, satu demi satu Taruna Marinir menggunakan tali pengaman untuk selanjutnya menaiki menara yang sudah dijaga beberapa pelatih untuk memeriksa kesiapan dan kelengkapan Taruna sebelum mountenering. “Kamu siap,” ujar pelatih memastikan lagi kesiapan Taruna.
Faktor keamanan dalam pelaksanaan Pra Dikko ini, mendapat perhatian yang cukup besar dari para pelatih, untuk menghindari cedera yang dapat menghambat para Taruna AAL pada saat mengikuti Dikko sesungguhnya. Dikko sendiri baru akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Februari sampai dengan tanggal 18 April 2016 di Selogiri, Banyuwangi, Situbondo dan beberapa tempat lainnya. Upacara pelepasan Satgas Dikko akan dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2016 dan sekaligus diadakan penggabungan para Taruna AAL dengan Satgas Dikko Kodikmar yang membawahi para prajurit Bintara dan Tamtama.
Sementara itu, Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Guntur IC. Lelono,S.E., dalam penekanannya jelang Pra Dikko beberapa hari lalu mengatakan bahwa sebagai calon Perwira Marinir dan TNI AL masa depan, Taruna Korps Marinir harus senantiasa memiliki motivasi yang tinggi dalam mengikuti pendidikan di AAL, baik dalam mengikuti pelajaran di kelas, latihan praktek (lattek) maupun pengasuhan.
AAL secara intensif menyiapkan taruna melalui Pra Dikko karena untuk mendapatkan “Baret Ungu” kebanggaan ini tidaklah mudah. “Para taruna harus mampu melalui ‘Kawah Candradimuka’ Korps Marinir. Melalui Dikko inilah yang mencetak prajurit-prajurit Korps Marinir yang berani, tangguh dan pantang menyerah,” tegas Gubernur AAL.
Baret Ungu bukan semata-mata hanya sebagai simbol belaka akan tetapi merupakan lambang perwujudan kehormatan dan kebanggaan Korps Marinir. Baret Ungu mempunyai makna yang besar, sebagai hasil perjuangan dan pengabdian para pendahulu serta anugerah yang diberikan bangsa dan negara kepada Korps Marinir, yang sekaligus menjadi ciri khas prajurit Baret Ungu.
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…