Maritimnews, Jakarta – KRI Teluk Banten-516 yang mengangkut 712 jiwa masyarakat eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), tiba di dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (27/1).
Kedatangan KRI Teluk Banten beserta masyarakat eks Gafatar diterima Kepala Staf Kolinlamil Laksamana Pertama TNI Pulung Prambudi bersama dengan Komandan Lantamal III Jakarta Brigadir Jenderal TNI (Mar) RM Trusono, S.Mn. dan para pejabat yang terkait.
KRI Teluk Banten-516 yang dikomandani Letkol Laut (P) Muhammad Junaidi, S.E. berangkat dari Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat pada Senin (25/1) yang dilepas oleh Pangdam XII Tanjung Pura Mayjen TNI Agung Risdianto dengan didampingi Komandan Lantamal XII Pontianak Brigjen TNI (Mar) Muhammad Hari, Perwakilan Polda Kalimantan Barat, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ristiadi dan pejabat FKPD lainnya.
Jumlah mayarakat eks Gafatar yang diturunkan dari kapal perang jenis Landing Ship Tank tersebut sebanyak 712 orang (laki-laki 400 dan wanita 312), namun ada 8 (delapan) orang anak-anak yang kondisinya lemah selama dalam perjalanan menuju Jakarta, dan langsung di evakuasi oleh Dinas Kesehatan Kolinlamil menggunakan kendaraan ambulans ke rumah sakit Koja untuk mendapatkan pertolongan. Selain itu pula 1 truk bantuan dari PT Pos Indonesia mengangkut barang-barang masyarakat eks Gafatar.
Usai pelaksanaan debarkasi dari KRI Teluk Banten-516, masyarakat eks Gafatar tersebut diangkut menuju Rumah Aman (Safe House) Cibubur dengan menggunakan 15 bis bantuan PT Damri untuk dilaksanakan pemulihan dan pemeriksaan kesehatan. Hal itu sesuai informasi dari Humas Kementerian Sosial berdasarkan Instruksi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu.
Terkait dengan keterlibatan pihak TNI/TNI Angkatan Laut dalam misi ini, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 34 tahun 2004 disebutkan tugas pokok TNI itu pada prinsipnya ada tiga, yaitu ; pertama, menegakkan kedaulatan negara; kedua, mempertahankan keutuhan wilayah dan ketiga, melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan. Tugas pokok tersebut dilaksanakan melalui Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
OMP berarti berperang melawan tentara negara lain yang mengancam kedaulatan negara kita. Sedangakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) ada 14 butir yang merupakan tugas TNI.
Komando Lintas Laut Militer dalam hal ini, sesuai tugas pokoknya yaitu membina kemampuan sistem angkutan laut militer, membina potensi angkutan laut nasional untuk kepentingan pertahanan negara, melaksanakan angkutan laut TNI dan Polri yang meliputi personel, peralatan dan perbekalan, baik yang bersifat administratif maupun taktis strategis serta melaksanakan bantuan angkutan laut dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
Saat ini salah satu tugas yang dilaksanakan Kolinlamil tugas OMSP, kegiatan kemanusiaan mengangkut masyarakat kita yang dievakuasi dari daerah Pontianak Kalimantan Barat ke Jakarta.
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…