Categories: KKP

BPOL Ajak Peneliti dari Dosen dan Mahasiswa untuk Petakan SDA Kelautan di Pulau Terdepan

 

Foto: Suasana pantai di salah satu pulau terdepan. Pulau Lirang, Maluku Barat Daya, (smurfise.tumbir.com)

Maritimnews, Saumlaki – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL) mengajak peneliti dari kalangan dosen dan mahasiswa untuk meneliti SDA Kelautan yang ada di pulau-pulau terluar. Kegiatan yang bertajuk “Kajian Dinamika Laut untuk mendukung Pemetaan Potensi Sumber Daya Kelautan” itu dilakukan di pulau-pulau terdepan Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku pada April 2016 mendatang.

Menurut penjelasan dari Ketua Pelaksana Kegiatan Teguh Agustiadi, kegiatan ini akan melakukan survei Lapang di pulau terdepan antara lain Pulau Lirang, Kisar dan Leti Kabupaten Maluku Barat Daya. Kegiatan survei yang akan melibatkan peneliti dari KKP dan dosen serta mahasiswa dari beberapa universitas itu bertujuan untuk memetakan kandungan SDA yang di pulau terdepan.

“Pemetaan SDA di pulau terdepan ini merupakan salah satu agenda BPOL dalam melihat potensi yang nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Teguh.

Dirinya mengaku, sudah ada 20 peneliti dari beberapa kampus seperti ITB, IPB, UGM, Univ Diponegoro,dan Univ. Brawijaya yang bersedia mengikuti kegiatan ini, “Mereka semua telah mengirim judul dan tema rencana kajian yang akan dilakukan selama kegiatan survey Lapang tersebut,” terangnya.

Sambung Teguh, kajian yang akan dilakukan antara lain Survei Hidrologi (Batimetri, Pasut, Arus dan Gelombang), Survei Kualitas Air ( Fisika, Kimia dan Biologi) dan Monitoring Ekosistem Pesisir (Mangrove, Lamun, Terumbu Karang dan Sumber Daya Ikan). Sehingga para peneliti akan melakukan penelitian terkait bidang kajian tersebut dengan waktu penelitian kurang lebih satu bulan.

Namun, di lain sisi, Teguh yang saat ini tengah berada di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat untuk meninjau lokasi mengungkapkan beberapa kendala masih menjadi sorotan pihaknya.

“Kendala utama kita terkait transportasi dan komunikasi, Karena lokasi penelitian yang jauh dari kota itu menyulitkan dalam hal komunikasi, soalnya signal tidak ada. Kapal yang mengangkut ke lokasi penelitian pun juga hanya kapal-kapal kayu milik nelayan,” bebernya.

Sedangkan untuk hari-H peserta akan berangkat dari Jembrana ke Kupang menggunakan Kapal Pelni yang kemudian dilanjutkan dengan Kapal Perintis menuju Maluku Barat Daya. Hal tersebut tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti guna mengabdikan dirinya untuk kepentingan bangsa dan negara dalam menuju poros maritim sesuai visi presiden. (AN)

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

View Comments

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

September 2026, Throughput TPS Solid Capai 120.725 TEUs

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…

21 hours ago

NPCT 1 Raih ILA Award 2026 kategori Container Terminal Operator of the Year

Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…

24 hours ago

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

6 days ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

1 week ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

1 week ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

1 week ago