Meretas Jejak Maritim Laksamana Cheng Ho

Ilsutrasi Gambar: Armada Laksamana Cheng Ho

Maritimnews – Laksamana Cheng Ho adalah seorang pelaut ulung dari negeri Tiongkok memiliki nama asli Ma He. Dia juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao yang berasal dari provinsi Yunnan. Cheng Ho berasal dari suku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam. Sejak Kaisar Yongle dari Dinasti Ming yang berkuasa pada tahun 1403-1424, menaklukan Yunnan, Cheng Ho kecil kemudian ditangkap dan dijadikan seorang kasim (abdi), yang akhirnya dikenal dengan kasim San Bao

Nama lain Cheng Ho di lingkungan kekaisaran juga disebut San Po, Sam Poo, atau Sam Po yang merupakan dialek Fujian yang biasa disebutkan oleh orang-orang yang hidup di masa Dinasti Ming. Karir kemiliterannya kian menyinar ketika dia mengabdi kepada Raja Zhu Di di istana Beiping (kini Beijing).

Bersama pemuda-pemuda yang dahulunya merupakan tawanan Dinasti Ming, Cheng Ho telah menunjukan keahlian militernya saat memimpin serangan militer melawan Kaisar Zhu Yunwen (Dinasti Ming). Dari sini pula Cheng Ho semakin mendapat sorotan dan simpati dari Kaisar.

Pada kematangan usianya, Cheng Ho pun menawarkan pelayaran muhibah ke berbagai negeri di seberang daratan China dengan maksud memperkenalkan Dinasti Ming. Maksud dari tawaran itu ialah untuk mengembalikan kejayaan mariitim Tiongkok setelah keruntuhan Dinasti Mongol, yang merupakan penakluk dunia salah satunya dalam aspek pelayarannnya.

Dengan penuh kepercayaan, akhirnya Kaisar Zhu Di menyetujui usulan Cheng Ho tersebut, Dengan ratusan kapal yang dipimpin oleh Cheng Ho kemudian berangkat dalam misi perdamaian itu. Pelayaran pertama ini mampu mencapai wilayah Asia Tenggara (Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Jawa). Tahun 1407-1409 berangkat lagi dalam ekspedisi kedua. Ekspedisi ketiga dilakukan 1409-1411. Ketiga ekspedisi tersebut menjangkau India dan Srilanka. Tahun 1413-1415 kembali melaksanakan ekspedisi, kali ini mencapai Aden, Teluk Persia, dan Mogadishu (Afrika Timur). Jalur ini diulang kembali pada ekspedisi kelima (1417-1419) dan keenam (1421-1422). Ekspedisi terakhir (1431-1433) berhasil mencapai Laut Merah.

Ekspedisi dengan ratusan kapal itu dipimpin oleh satu kapal besar yang ditumpangi Cheng Ho. Kapal itu disebut ‘Kapal Pusaka’, yang merupakan kapal terbesar pada abad ke-15. Panjangnya mencapai 44,4 zhang (138 m) dan lebar 18 zhang (56 m). Lima kali lebih besar daripada kapal Columbus. Menurut sejarawan, JV Mills kapasitas kapal tersebut 2500 ton.

Islam dan Peta Navigasi

Selain mengenalkan Dinasti Ming ke daerah-daerah yang dikunjunginya, ekspedisi ini juga dalam misi perdagangan dan penyebaran agama Islam. Hal itu pula salah satunya yang dilakukan ketika melakukan kunjungan di Indonesia. Beberapa catatan daerah pernah dikunjungi oleh laksamana yang tersohor di dunia itu. Di antaranya Aceh, yang pernah diberi lonceng raksasa “Cakra Donya” kepada Sultan Aceh, yang kini tersimpan di museum Banda Aceh. Tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati (Cirebon), dan menghadiahi beberapa cindera mata khas Tiongkok kepada Sultan Cirebon. Salah satu peninggalannya, sebuah piring yang bertuliskan ayat Kursi masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Klenteng Sam Po Kong, Semarang. (Foto:muslimdaily)

Pernah dalam perjalanannya melalui Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada Cheng Ho) sakit keras. Wang akhirnya turun di pantai Simongan, Semarang, dan menetap di sana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu) serta patung yang disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong. Cheng Ho juga sempat berkunjung ke Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Wikramawardhana.

Bahkan Syekh Quro dan Syekh Datuk Kahfi adalah penyebar agama Islam yang datang bersama rombongan dari angkatan laut China dari Dinasti Ming. Armada angkatan laut tersebut tentunya dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam Po Tay Kam. Mereka mendarat di Muara Jati pada tahun 1416 M. Armada tersebut hendak melakukan perjalanan melawat ke Majapahit dalam rangka menjalin persahabatan. Ketika armada tersebut sampai di Pura Karawang, Syekh Quro (Syekh Hasanudin) beserta pengiringnya turun, yang akhirnya tinggal dan menyebarkan ajaran agama Islam di Karawang. Kedua tokoh ini dipandang sebagai tokoh yang mengajarkan Islam secara formal pertama kali di Jawa Barat. Syekh Quro di Karawang dan Syekh Nurjati di Cirebon.

Dalam berbagai ekspedisinya itu, Cheng Ho telah membawa balik berbagai penghargaan dan utusan lebih dari 30 kerajaan, termasuk Raja Alagonakkara dari Sri Lanka, yang datang ke Tiongkok untuk meminta maaf kepada kaisar Tiongkok.

Pada saat pulang Cheng Ho membawa banyak barang-barang berharga di antaranya kulit dan getah pohon Kemenyan, batu permata (ruby, emerald dan lain-lain) bahkan beberapa orang Afrika, India dan Arab sebagai bukti perjalanannya. Selain itu, dia juga membawa pulang beberapa binatang asli Afrika termasuk sepasang jerapah sebagai hadiah dari salah satu Raja Afrika, tetapi sayangnya satu jerapah mati dalam perjalanan pulang.

Perjalanan Cheng Ho ini pula yang menghasilkan Peta Navigasi Cheng Ho yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan. Dari sini lah cikal bakal adanya Jalur Sutra Maritim Tiongkok yang ingin dihidupkan lagi saat ini.

Penemu Benua Amerika

Bahkan beberapa sumber menyebutkan bahwa Laksamana Cheng Ho lah penemu Benua Amerika bukan Christoper Columbus. Bukti tersebut dikemukakan pertama kali oleh Gavin Manzies dalam bukunya, ‘Who Discovered America?’, yang diluncurkan jelang Hari Columbus. Manzies yakin bahwa laksamana asal China itu telah memetakan Belahan Bumi Barat (Western Hemisphere) lebih dari 70 tahun sebelum Columbus tiba di Amerika. “Kisah tradisional bahwa Columbus menemukan ‘dunia baru’ adalah fantasi belaka,” kata dia seperti dimuat Daily Mail, 8 Oktober 2013.

Ia pun meyakini, bahwa Columbus telah memiliki salinan peta Cheng Ho saat mengarungi samudera menuju Amerika. Lebih jauh lagi, Menzies mengklaim, pemukim pertama Belahan Bumi Barat tidak berasal dari ‘Jembatan Selat Bering’, tetapi pelaut China yang pertama melintasi Samudera Pasifik sekitar 40 ribu tahun lalu.

Ia juga menulis, penanda DNA membuktikan Indian Amerika dan pribumi lainnya adalah keturunan para pemukim dari Asia. Oleh karena itu tidak heran bila ada Suku Cherokee dari Indian yang beragama Islam sebelum kedatangan Columbus.
Cheng Ho adalah penjelajah dengan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia yang pernah tercatat. Juga memiliki kapal kayu terbesar dan terbanyak sepanjang masa hingga saat ini. Selain itu dia adalah pemimpin yang arif dan bijaksana, mengingat dengan armada yang begitu banyaknya dia dan para anak buahnya tidak pernah menjajah negara atau wilayah di manapun tempat para armadanya merapat. (DIT)

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Konsisten Jaga Kelestarian Lingkungan Laut

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…

16 hours ago

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

3 days ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

4 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

4 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

5 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

7 days ago