Categories: Pelabuhan

Wujudkan Tol Laut, PT Temas Line Tanda Tangani Mou Pendulum Service On Time Schedule dengan 5 Operator Pelabuhan

 

Foto: Penandatanganan Mou Window System di Hotel Borobudur, Jakarta (12/2/16)

Maritimnews, Jakarta –  Dalam mewujudkan program pemerintah tol laut dan poros maritie dunia, maka Pendulum Service on Time Schedule menjadi jawaban untuk mengatasi kemacetan lalu lintas perkapalan di pelabuhan. Dalam kesempatan itu PT Tempuran Emas, Tbk  (Temas Line) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja sama Pendulum Service on Schedule dengan para Operator Pelabuhan di antaranya  Terminal Petikemas Domestik Belawan (TPKDB) , Terminal Petikemas Makassar (TPM), Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan Terminal Petikemas Bitung (TPB) di Hotel Borobudur, Jakarta, (12/2/16).

Direktur Pengelola Temas Line, Faty Khusumo dalam sambutannya menyatakan bahwa program Pendulum Service ini sudah dijalankan sejak 2014. “Dengan adanya kerja sama Window System di 5 pelabuhan, kami mendapatkan kepastian sandar dan produktivitas bongkar muat,” ujarnya.

Faty berharap kerja sama serupa harus lebih baik lagi terlebih dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di pelabuhan sebagaimana yang menjadi sorotan dari Pemerintahan Jokowi saat ini. Apalagi saat ini pemerintah juga lebih berperan aktif dalam mengawasi aktivitas itu sehingga kerja sama yang jauh lebih baik harus diupayakan oleh Temas Line.

“Ke depan, kami akan tingkatkan kerja sama yang lebih baik lagi dengan Pelindo I, II, III, dan IV, serta Pemda guna mendukung program tol laut melalui Pendulum Service ke Pelabuhan Pengumpul dan Feeder Service ke Pelabuhan Pengumpan agar pengangkutan berbagai komoditas dan logistik dari arah barat dan timur begitu sebaliknya, jauh lebih cepat dan tepat waktu,” bebernya.

Dalam Window System itu, rute Pendulum Service akan memakai beberapa armada. Di antaranya KM Starit mas dengan kapasitas 1048 TEUs, KM Selat Mas dengan kapasitas 1048 TEUs, KM Spring Mas dengan kapasitas 1560 TEUs dan 1 unit armada dengan kapasitas 2135 TEUs. Rute yang ditempuh ialah Belawan – Jakarta – Surabaya –Makassar – Bitung (PP).

Maka dari itu, sudah selayaknya kerja sama itu juga harus didukung dengan kesiapan infrastruktur. “Jika pembangunan infrastruktur pelabuhan sudah berjalan baik  di Sumatera hingga Papua maka manajemen logistik dapat lebih tertata, disparitas soal harga dapat lebih ditekan dan tentunya akan menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandas Faty.

Komitmen yang dilakukan Temas Line dengan pihak terkait itu harus tetap dijaga dan dipelihara agar perekonomian nasional kian stabil. Selanjutnya, Temas Line juga terus berupaya meningkatkan kegiatan operasional dengan melakukan investasi baik dari sisi armada kapal maupun alat-alat dan sarana penunjang untuk mencapai target yang telah dicanangkan.

“Target yang kami programkan yaitu on time schedule dan operational excellence, di situ kami akan dorong investasi untuk menunjangnya, sehingga perekonomian nasional juga akan terangkat bila biaya logistik dapat ditekan,” pungkasnya.

Penandatanganan itu turut dihadiri oleh para kepala Petikemas, Direktur Pelindo, Dirjen Perhubungan Laut yang diwakli oleh Capt Hari Setyobudi, Ketua INSA Carmelia Hartoto dan Ketua Watimpres Sri Adiningsih. Bahkan, Sri Adiningsih pun optimis biaya logistik dari daerah produksi ke daerah terpencil di Indonesia dapat turun sebesar 30 persen.

Temas Line merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang merintis pelayanan pengiriman barang dalam peti kemas melalui jalur laut. Perseroan yang didirikan pada 17 September 1987 di Jakarta itu unggul dan mumpuni dalam pelayanan transportasi peti kemas dan jasa bongkar muat peti kemas beserta pengelolaannya dalam skala nasional.

Pada 2003, sejarah baru tercipta dengan dideklarasikan Temas Line sebagai perusahaan terbuka yang mencatatkan namanya pada bursa saham dengan kode TMAS. Dalam perkembangan industri pelayaran nasional, Perseroan ini terus mengembangkan jenis jangkauan ke arah manajemen perkapalan, keagenan dan bongkar muat yang memiliki daya saing guna menghadapi Mayarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Adityo Nugroho

Redaktur Maritimnews.com Penulis Kajian Kemaritiman Indonesia

Share
Published by
Adityo Nugroho

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

2 days ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

3 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

3 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

5 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

6 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

1 week ago