Categories: Geopolitik

Connie Rahakundini Bakrie Usulkan TNI Fokus Outward Looking

Analis Pertahanan, Dr Connie Rahakundini Bakrie

 

Maritimnews, Jakarta – Dalam Diskusi Publik yang diselenggarakan Institute Soekarno Hatta (ISH) Pimpinan M. Hatta Taliwang (Direksi ISH) yang bertajuk “TNI antara Idealisme dan Realitas di Era Reformasi” di Restro Pempekita, Tebet, Jakarta, (4/316) lalu, analis pertahanan Connie Rahakundini Bakri menyerukan agar TNI fokus Outward Looking. Hal itu dimaksudkan agar TNI tidak berkutat di dalam saja (Inward Looking-red).

Menurutnya, TNI harus fokus ke luar agar detterance effect kita di kawasan semakin baik, oleh karena itu TNI harus diperkuat. Namun, kendalanya jika TNI kuat banyak orang yang antipati lantaran takut seperti zaman Orde Baru.

“Dulu TNI disuruh ke Timtim tetapi kemudian dibanting. Ada yang bilang TNI harus kuat tetapi ada juga yang bilang TNI tidak boleh kuat, takut seperti Orba. TNI jadi bingung, harus berbuat apa dan harus ke mana, karena TNI yang tadinya mengurusi ke dalam sekarang harus keluar,” ujar Connie.

Ketua Indonesia Institute fo Maritime Studies itu berkilah bahwa Indonesia bukan sebagai negara gagal, tetapi mau melangkah saja susah. Ulasnya dalam membahas UU Komcad saja lama dan itu yang membuat bangsa Indonesia seakan-akan hanya berani ribut di dalam saja.

“Sangat menyedihkan ketika Panglima TNI Jenderal Gatot menyatakan kalau sampai UU Komcad diluluskan anggota TNI bisa dikurangi 30%, kok Panglima TNI menegosiasikan kekuatan negara. Saat ini semua bicara Proxy War, padahal Menlu tidak pernah menyatakan ancaman kita itu seperti apa,” tandasnya.

Wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua ILUNI UI itu menegaskan kondisi demikian sudah semakin ngawur. Banyak militer disipilkan dan sipil dimiliterkan.

“Panglima TNI mengusulkan agar TNI namanya kembali menjadi ABRI, supaya tidak umek di dalam saja. Sekarang ini aneh, tentara laksanakan penegakan ketertiban. Jadi jangan heran kalau Polisi membentuk Densus anti terror,” pungkasnya.

Selain Connie, pembicara dalam diskusi itu ialah Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hassanudin, Mantan KaBAIS Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto dan Wartawan Senior Kisman Latumakulita. (TAN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

3 days ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

4 days ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

4 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

5 days ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

5 days ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

5 days ago