Sekilas Tentang Senapan Serbu SS1-M Series

Pindad SS1-M1

MNOL, Jakarta – PT. Pindad (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi segala jenis kebutuhan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, lebih khususnya produksi senjata. Salah satu senjata yang pernah diproduksi oleh PT. Pindad (Persero) adalah jenis senjata laras panjang SS1-M1 KAL. 5.56 MM yang merupakan salah satu senjata SS1.

SS1 merupakan singkatan dari Senapan Serbu 1, yang mulai diproduksi sejak tahun 1991. Senjata ini diproduksi berdasarkan senapan FN FNC dengan lisensi dari  Fabrique Nationale (FN), Belgia. SS1 sendiri memiliki beberapa varian antara lain, SS1-V1 yang merupakan senapan lasar standard dengan popor lipat, dasar dari semua jenis senapan ini, SS1-V2 yang merupakan versi lebih pendek dari SS1-V1, SS1-V3 yang merupakan varian standard dengan popor tetap, SS1-V4 yang merupakan versi SS1-V1 dengan penambahan teleskop, dan SS1-V5 yang merupakan varian khusus yang dirancang untuk teknisi, operator artileri, kru tank, pasukan garis belakang, serta pasukan khusus.

Selain ke lima varian di atas masih terdapat 3 varian lain, yaitu SS1-R5 Raider yang dirancang khusus untuk pasukan Raider TNI, Sabhara V1–V2 yang dirancang untuk Kepolisian, serta SS1-M series yang dirancang khusus untuk Korps Marinir TNI AL. Untuk sub-varian SS1-M series sendiri masih terbagi lagi menjadi tiga, yaitu SS1-M1, SS1-M2, dan SS1-M5 Commando.Dan kali ini yang akan kita bahas adalah mengenai varian terakhir dari seluruh varian SS1 yang pernah diproduksi.

Senapan Serbu 1 M series ini dalam operasinya menggunakan mekanisme tenaga gas dengan bolt berputar. Hal ini juga berlaku untuk SS1-M series yang merupakan senapan khusus untuk Korps Marinir TNI AL. Seperti varian induknya, SS1-M series ini  menggunakan piston konvensional dan silinder yang dipasang di atas laras, gagang terkunci dengan baut putar, serta dua kepala lug yang dikunci ke dalam ekstensi laras. Hampir seluruh varian SS1 termasuk subvarian serta pembagiannya lagi memiliki spesifikasi seperti disembutkan sebelumnya. Perbedaan paling kentara hanya di seputar panjang laras, panjang lengan, berat senjata, kecepatan peluru, maupun jarak tembak yang efektif.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Dukung Asta Cita dan SDGs, IPC TPK Perkuat Kebersihan Palembang

Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melanjutkan komitmen keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan…

17 hours ago

IPC TPK Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional bersama The North Green Movement

Jakarta (Maritimnews) - Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain sebagai…

17 hours ago

IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real Time kepada Bappenas RI

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan…

17 hours ago

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi dikondisi Karhutla

Pontianak (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Terminal Pontianak memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026…

18 hours ago

Proses Transisi Operasional, TPK Koja Apresiasi Trucking

Jakarta (Maritimnews) - Terminal Petikemas (TPK) Koja mengapresiasi kesabaran para pengemudi truk dan seluruh pengguna…

2 days ago

Efek Streamlining DANANTARA bagi SGS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) - Pasca merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) pada tahun 2021, penerapan Single Grading…

4 days ago