Categories: KKP

Setengah Badan FV Viking Jadi Simbol Perlawanan Illegal Fishing

 

Keterangan Foto: Kapal FV Viking sebelum ditenggelamkan dijaga ketat oleh petugas dari Koarmabar

 

Maritimnews, Jakarta – FV Viking yang merupakan buronan internasional pelaku illegal fishing berhasil ditangkap ditangkap oleh KRI jajaran Koarmabar beberapa waktu lalu di Perairan Kepulauan Riau. Sebagai simbol perlawanan terhadap illegal fishing, maka kapal itu setengahnya akan dijadikan monumen oleh pemerintah dan setengahnya lagi ditenggelamkan di Pangandaran, (14/316).

Berdasarkan informasi dari Purple Notice Interpol Norwegia, kapal tersebut sudah 13 kali berganti nama, 12 kali berganti bendera, dan 8 kali berganti call sign. Diduga modus kapal tersebut adalah melanggar hukum nasional dan peraturan serta konvensi internasional dan terlibat dalam penipuan yang berhubungan dengan kejahatan perikanan. Kapal tersebut berhasil ditangkap oleh KRI Sultan Thaha Saifudin-376 di 12.5 Nm perairan utara Berakit Provinsi Kepulauan Riau. Kapal dengan nakhoda Juan Venesa warga negara Chili serta diawaki oleh 11 ABK itu selanjutnya dikawal menuju Tanjung Uban.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti langsung merespon kinerja TNI AL terkait keberhasilannya menangkap kapal ini. Kepada presiden, Susi mengatakan kapal ini harus menjadi monumen perlawanan terhadap illegal fishing 115 sebagai bukti kepada dunia bahwa pemerintah concern memerangi illegal fisihing. 115 sendiri merupakan kode dari nomor Perpres Pemberantasan Illegal Fishing yang dkeluarkan oleh presiden akhir tahun lalu.

Presiden pun menyambut baik usulan tersebut. Melalui akun twitternya, Joko Widodo menulis “13 negara bertahun-tahun memburu FV. Viking, kapal pencuri ikan lintas negara. Indonesia berhasil menangkapnya” kemudian dilanjutkan dengan “Kapal FV Viking akan ditenggelamkan separuh badan di Pengandaran untuk jadi monumen melawan illegal fishing”, ungkapnya di akun twitter @jokowi.

Selain sebagai simbol perlawanan terhadap illegal fisihing, monumen itu juga akan diproyeksikan menjadi destinasi pariwisata bahari. Hal itu dikatakan oleh Susi Pudjiastuti yang menurutnya Pangandaran merupakan kawasan khusus yang dijadikan pusat pariwisata bahari dan pengolahan perikanan di Jawa Barat.

“Tidak hanya ditenggelamkan saja tapi bisa potensi masa depan untuk membantu pariwisata, akhirnya Pangandaran dipilih sebagai tempat yang tepat dalam penenggelaman ini,” tandas Susi Pudjiastuti. (TAN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Sambut Pelindo Day, Makassar Gelar Turnamen Padel

Makassar (Maritimnews) - Dalam rangka menyambut Pelindo Day, yang diperingati setiap 1 Oktober, PT Pelindo…

13 hours ago

Survey IDM: 89,3% Pengguna Puas, Layanan Pelindo Dinilai Cepat, Andal, dan Berorientasi Pelanggan

Selamat Hari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) tanggal 1 Oktober 2026 untuk usia kelima tahun. Terus…

16 hours ago

TPS Tingkatkan Kepedulian terhadap Pengemudi Truk

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh…

20 hours ago

Hingga Agustus 2026, Throughput Petikemas dan Kargo Tumbuh di Pelindo Regional 2

Jakarta (Maritimnews) - Aktivitas kepelabuhanan di wilayah kerja Pelindo Regional 2 mengalami pertumbuhan hingga Agustus…

2 days ago

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyosialisasikan penataan peta peran korporasi kepada…

4 days ago

PMT Port Visit melalui Onboarding Budaya Perusahaan

Belawan (Maritimnews) - PT Pelindo Multi Terminal atau PMT memberikan pengalaman awal dunia kerja kepada…

5 days ago