Gandeng KKP, Dirjen Hubla Tingkatkan Pelayanan Publik melalui Gerai Perizinan

 

Launching Gerai Perizinan di Kendari

MNOL, Kendari – Dalam rangka percepatan dan peningkatan pelayanan publik di bidang transportasi laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka gerai perizinan bersama di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Sulawesi Tenggara selama 5 hari terhitung sejak tanggal 19 sampai dengan 23 April 2016. Launching gerai ini dihadiri Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Ir. Sugeng Wibowo, dan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan, R. Narmoko Prasmaji serta seluruh stakeholders bidang maritim dan perikanan di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan melakukan penertiban perizinan yang meliputi  pengukuran ulang kapal-kapal ikan, penerbitan Grosse Akta, di Propinsi Sulawesi Tenggara, Surat Tanda Kebangsaan Kapal dan Surat Ukur terhadap kapal-kapal ikan yang beroperasi  di wilayah Sulawesi Tenggara.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Sugeng Wibowo pada saat acara launching gerai menjelaskan, bahwa melalui kegiatan Gerai Bersama ini sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan pengukuran ulang terhadap kapal-kapal penangkap ikan yang beroperasi di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Kendari. Hasil pengukuran tersebut kemudian disahkan dengan Penerbitan Grosse Akta, Surat Tanda Kebanggaan Kapal, dan Surat Ukur.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan juga menerbitkan surat keputusan No. 003/7/1/DK-19 Tentang Tata Cara Prosedur Pengesahan Daftar Ukur Hasil Pengukuran Ulang pada Kapal Penangkap Ikan.

Hingga hari ke empat pelaksanaan kegiatan pengukuran ulang terhadap kapal-kapal penangkap ikan di pelabuhan kendari, sebanyak 100 kapal ikan telah dilaksanakan pengukuran ulang oleh Tim Ahli Ukur Kapal Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Sekitar 19 kapal ikan sudah mengajukan pembetulan data dan penyesuaian dengan data di KKP. Sisanya masih belum datang ke gerai untuk mengajukan pembetulan data.

Menurut Sugeng Wibowo, bagi yang belum melakukan pembetulan hingga pelayanan gerai bersama berakhir pada hari Sabtu 23 April 2016, mereka dapat mendatang Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kendari untuk mendapatkan layanan perizinan tersebut.

Adapun 19 kapal ikan yang sudah dilakukan ukur ulang dan mengajukan pembetulan data kapal adalah kapal Tiara Deli II, Tiara Deli III, Tiara Deli IV, Subur 02,  Anugerah 02,  Tiara Indah 02, Anugerah 03, Sukma Jaya, Bone People 3, Fatma Jaya 03,  Asmedi MS, Bone People 02, Setia Jaya 03, Setia Jaya 01, Hidup Setia, Tiara Indah 02,  Nafisah 01, Mato Angin 02, Mustika. (Bayu/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

1 day ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

2 days ago

Kemarau dan Kabut Asap Kalimantan, Partisipasi TPK Bagendang Salurkan 70 Tangki Air Bersih dan Masker

Kotawaringin Timur (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang berpartisipasi…

2 days ago

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting

Bogor (Maritimnews) – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan…

3 days ago

Agustus 2026, TPS Catat Throughput 128 Ribu TEUs

Surabaya (Maritimnews) - Kinerja arus petikemas (throughput) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk bulan Agustus…

3 days ago

Vessel Operational Disruption; Kapan Pengalihan Kapal Menjadi Pilihan Tepat

Oleh: SAFUAN - Doctor in Management Science Gangguan operasional merupakan salah satu risiko yang tidak…

4 days ago