Tingkatkan Usaha Perikanan Tangkap Berbasis Domestik, KKP Tegaskan Nol Persen Penggunaan Modal Asing

Menteri Susi tegaskan nol persen penggunaan modal asing dalam usaha perikanan tangkap. (Foto: KKP)

MNOL, Jakarta – Dalam mengelola perikanan Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan perlunya usaha perikanan tangkap berbasis domestik. Hal itu merupakan program progresif dan keberlanjutan KKP dalam kurun waktu dua dekade terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, Indonesia terus bergantung dengan modal dan kapal asing guna mengelola wilayah perairan kita.

Menteri Susi Pudjiastuti dalam acara “KKP Menjawab” yang digelar di Gedung Mina Bahari I, KKP, Jakarta 7/4/16 menekankan hal tersebut di tengah kondisi karut marutnya tata kelola kelautan Indonesia dalam beberapa puluh tahun terakhir.

“Sebelum tahun 2000, dukungan negara sahabat terhadap diratifikasinya UNCLOS 1982 tentang tambahan luas wilayah 200 mil ZEE Indonesia ialah dengan memberikan Lisensi Charter kapal asing yang kemudian dilanjutkan dengan pengaturan kapal ikan eks asing melalui Bilateral Arrangement. Ini berlangsung hingga tahun 2005,” tandas Susi.

Lebih lanjut, pemilik Maskapai Susi Air itu menuturkan perbaikan demi perbaikan terus dilakukan pemerintah di tahun-tahun berikutnya. Mulai kurun waktu 2005-1010, dibawah kepemimpinan Fadel Muhammad, kala itu KKP melaksanakan penutupan kebijakan perizinan kapal ikan asing dalam Usaha Perikanan Tangkap Terpadu. Hanya saja saat itu pemerintah masih tetap memberikan izin impor kapal eks asing.

Baru mulai tahun 2010-2014, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah mulai mencanangkan industrialisasi perikanan tangkap terpadu. Di mana pembangunan 1000 kapal ikan produksi dalam negeri mulai digalakkan. Kendati hasilnya belum memuaskan namun niatan pemerintah guna meningkatkan kemandirian dalam negeri patut diberikan apresiasi.

“Waktu itu pemerintah sudah membuka kesempatan pengadaan kapal di atas 300 GT dan mewajibkan perusahaan berbadan hukum,” ucapnya.

Hal tersebut menjadi pengalaman berharga ketika kali ini pemerintah mencanangkan program pembangunan 3.540 kapal ikan dengan berbagai ukuran. Pengawasan dari jalannya proyek tersebut menjadi PR pemerintah dari tahun ke tahun, guna menutupi keterbutuhan kapal ikan nasional.

Sementara di tahun 2014 hingga saat ini, Menteri Susi kembali menegaskan bahwa penggunaan modal asing 0 % dalam pengelolaan perikanan nasional. Hal itu, sambungnya merupakan bentuk kedaulatan kita atas laut yurisdiksi nasional Indonesia.

“Kita harus kembalikan laut Indonesia untuk bangsa Indonesia. Daftar Negatif Investasi untuk perikanan tangkap, telah membuka kesempatan 100% modal asing untuk industri pengolahan kita. Itu yang harus kita hapus,” tegasnya.

Selain concern dalalm memberantas Illegal, Unreported dan Unregulated (IUU) Fishing, pemerintah juga mengupayakan moratorium dan larangan transshipment dalam upaya pencegahan itu. Berbagai regulasi tengah dikeluarkan pemerintah kendati mendapat penolakan dari banyak pihak.

“Kita tetap upayakan moratorium dan larangan transshipment, sekali lagi ini untuk kemandirian kita dalam mengelola dan menjaga kedaulatan kita atas laut kita,” pungkasnya.

Acara “KKP Menjawab” juga dalam rangka klarifikasi KKP dalam menanggapi beberapa tudingan yang dilontarkan oleh beberapa elemen dalam peringatan Hari Nelayan, 6 April 2016 lalu. Beberapa pihak yang menilai kinerja KKP saat ini buruk, sudah seharusnya, juga melihat prestasi yang diukirnya dalam beberapa pencapaian. (TAN)

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

September 2026, Throughput TPS Solid Capai 120.725 TEUs

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…

5 hours ago

NPCT 1 Raih ILA Award 2026 kategori Container Terminal Operator of the Year

Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…

8 hours ago

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

5 days ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

7 days ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

7 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

1 week ago