Logo BMKG
MNOL – Jakarta, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofikasi (BMKG) telah merilis peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di seluruh wilayah perairan Indonesia. Peringatan dini mulai berlaku pada tanggal 26 Juli 2016 pukul 19.00 dan akan berakhir pada 27 Juli 2016 pukul 19.00.
Dalam keterangannya peringatan ini mencakup dua kategori, yaitu kategori pertama dengan tinggi gelombang 1,25 m hingga 2,5 m dan kategori yang kedua dengan tinggi gelombang 2,5 m hingga 4.0 m..
Untuk ketegori yang pertama dengan tinggi gelombang 1,25 m – 2,5 m mencakup Selat Malaka bagian Utara, Perairan Utara dan Barat Aceh, Perairan Timur Kepulauan Simeuleu – Meulaboh, Perairan Kepulauan Nias – Mentawai, Perairan Bengkulu – Kepulauan Enggano, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba, Perairan Selatan Kupang – Pulau Rote, Laut Sawu, Laut Timor, Laut Cina Selatan, Laut Jawa bagian Timur, Perairan Timur Kota Baru, Selat Makassar bagian Selatan, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Maluku, Perairan Selatan Pulau Buru dan Seram, Perairan Kepulauan Kai, serta Perairan Yos Sudarso – Merauke, .
Sedangkan untuk kategori yang ke dua dengan tinggi gelombang 2,5 m hingga 4,0 m mencakup Perairan Barat Lampung, Perairan Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Perairan Timur Kepulauan Babar dan Tanimbar, Perairan Selatan Kepulauan Sermata – Leti, serta Laut Arafuru. (APS)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…