Categories: HankamTerbaru

Apa Kabar Nasib 4 ABK KRI Layang-635 yang Hilang saat Kawal KIA Filipina?

Ilustrasi: ABK KRI Layang-635

MNOL, Jakarta – Lebih dari dua minggu pencarian 4 ABK KRI Layang-635 yang hilang sejak mengawal Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Filipina pada 14 Desember 2016 silam namun belum menemui hasil. Hingga kini, peristiwa itu hampir luput dari pengamatan media.

Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman Laksda TNI Dr Surya Wiranto SH, MH kepada maritimnews beberapa waktu lalu menyimpulkan bahwa keempat ABK tersebut dibunuh di tengah jalan.

Ia mengulas kejadian ini persis seperti insiden dengan KIA Thailand pada 2013 silam. Di mana ABK KRI yang mengawal KIA Thailand itu dilawan oleh nelayan Thailand dan meninggal kemudian jenazahnya dibuang di laut.

“Baru kemaren para keluarga korban menemui saya untuk menuntut keadilan dari Pemerintah Thailand, karena kasusnya telah ditutup dan pelakunya tidak mendapat hukuman berat,” ungkap Surya.

Pati TNI AL Bintang Dua itu menyatakan bahwa juru mudi KIA Filipina telah kembali ke negaranya dengan selamat. Ia mengaku lari menggunakan sekoci saat cuaca buruk di sekitar Perairan Talaud. Sementara keempat ABK masih berada di kapal tersebut.

“Cerita ini tidak masuk akal. Kemungkinan besar mereka telah membunuh keempat ABK itu,” tuturnya.

Sampai dengan saat ini, BAIS masih menyelidiki kasus ini. Pengumpulan data dan informasi tengah dilakukan bersama Pemerintah Filipina.

Mantan Kadispotmar ini juga menegaskan, jika benar para ABK kita dibunuh ini sudah bentuk pelecehan terhadap kedaulatan dan Angkatan Laut kita.

Kejadian itu berawal ketika KRI Layang-635 yang dikomandani Mayor Laut (P) Agus Susatya  menangkap KIA berbendera Filipina di Perairan Talaud, Sulawesi Utara pada (13/12/16). Setelah kapal ditangkap 4 ABK diutus untuk membawa kapal itu ke Lanal terdekat untuk proses lebih lanjut. Sementara KRI Layang-635 kembali menyisir lokasi yang diduga masih terdapat KIA Filipina.

Namun hingga 14 Desember 2016, 4 ABK tadi hilang kontak dengan KRI Layang-635. Pada 15 Desember 2016, KIA yang mengangkut 3 ABK Filipina dan 4 ABK KRI Layang-635 dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian besar-besaran dari Koarmatim. (Tan/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

3 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

3 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

3 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

4 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

4 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

5 days ago