Pengamanan Kapal Chuan hong oleh Tim WFQR-4
MNOL, Jakarta – Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Berhasil menangkap dan mengamankan Kapal asing berbendera China yang diduga melakukan eksplorasi bawah air ilegal di perairan Anambas, Tarempa, Natuna, Kamis (20/4).
Kapal asing berbendera China tersebut ditangkap oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa di sebelah barat Pos Angkatan Laut (Posal) Jemaja, Letung, kurang lebih berjarak 45 mil. Kapal tersebut bernama Chuan Hong 68 berbobot kurang lebih 8352 GT dengan jumlah crew kapal 20 orang terdiri dari 16 WNA China, 3 WNA India dan 1 WNA Malaysia.
Saat diperiksa oleh Tim WFQR-4 Lanal Tarempa, di dalam Kapal Chuan Hong 68 tersebut ditemukan muatan barang-barang berupa besi dan tembaga campuran dari bawah laut dengan berat kurang lebih 1000 ton.
Adapun pelanggaran yang dilakukan di antaranya, kapal tidak dilengkapi dokumen resmi dari pemerintah RI. Dalam hal ini Kemenhub dan KKP untuk eksplorasi bawah air dengan dugaan pengambilan barang-barang berharga di bawah air/BMKT serta engangkatan kerangka kapal. Selain itu, kapal beserta ABK tidak dilengkapi oleh dokumen yang sah.
Kapal ini juga tidak mengibarkan bendera Indonesia saat bekerja di wilayah perairan Indonesia dan nakhoda tidak ada di atas kapal.
Berdasarkan pelanggaran tersebut, Tim WFQR-4 Lanal Tarempa mengambil tindakan tegas dengan mengamankan dan menghentikan kegiatan operasional kapal tersebut serta mengamankan ABK-nya dan dikawal menuju Posal Letung, Lanal Tarempa.
(Anug/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…